CREATIVE INSIGHT #048

Hanifah Silmi Az Zahra Last updated 

Hi,


Kali ini kita akan bedah 3 ads creative yang punya pendekatan berbeda.


Creative pertama menjual kemudahan.

Creative kedua menjual kredibilitas.

Creative ketiga menjual urgency lewat format konten yang terasa seperti temuan spontan.


Sengaja kita ambil sample dari luar negeri supaya member Klinik Marketing bisa mengadaptasi polanya ke market lokal dengan eksekusi yang tetap fresh.


Catatan kecil, kita belum bisa memastikan creative ini benar benar winning tanpa melihat data CTR, CPC, CVR, CPA, ROAS, dan durasi penayangannya. Tapi dari sisi konsep, ada beberapa elemen kuat yang layak dijadikan bahan testing.

Creative 01

a..jpg
a..jpg Download

1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini?


a. Headline menjual hasil yang paling dicari

“This pouch makes fasting easy.”

Kalimat ini tidak sibuk menjelaskan bahan atau cara kerja produk.

Brand langsung masuk ke hasil yang diinginkan audiens:

Fasting terasa lebih mudah.

Ini kuat karena orang yang menjalankan fasting biasanya tidak terlalu peduli dengan bentuk pouch-nya.

Mereka lebih peduli pada satu hal:

“Apakah produk ini bisa membantu saya bertahan tanpa merasa tersiksa?”


b. Produk diposisikan sebagai pengurang friction

Masalah utama fasting bukan sekadar lapar.

Ada beberapa friction kecil yang sering muncul:

Sulit fokus.

Energi menurun.

Ingin ngemil.

Takut membatalkan fasting.

Iklan ini menjawab beberapa friction tersebut dalam satu visual.

Hunger control.

Sharp focus.

Zero calories.

Support metabolic goals.

Produk terasa seperti alat bantu untuk membuat rutinitas fasting lebih ringan.


c. Benefit dibuat spesifik

Daripada menulis:

“Mendukung fasting.”

Iklan menjelaskan bentuk dukungannya.

“Hunger control without breaking fast.”

“Sharp focus during fasting windows.”


Benefit yang spesifik lebih mudah dibayangkan daripada klaim yang terlalu luas.

Audiens bisa langsung menghubungkan manfaatnya dengan momen yang biasa mereka alami.


d. Visual hierarchy sangat jelas

Headline berada di bagian atas.

Produk ada di tengah.

Benefit berada di bawah.

Logo menjadi penutup.

Alur mata sangat mudah diikuti.

Background putih juga membuat desain terasa bersih, modern, dan dekat dengan kategori wellness.


2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Momen Rutinitas.

Produk masuk ketika audiens sedang menjalankan fasting, terutama pada jam jam ketika rasa lapar dan fokus mulai terganggu.


CEP tambahan: Situasi Masalah atau Frustrasi.

Audiens ingin fasting, tetapi merasa sulit bertahan karena lapar, lemas, atau sulit konsentrasi.


Angle: Hidup Nyaman dan Rutinitas Lancar.

Yang dijual bukan pouch.

Yang dijual adalah fasting yang terasa lebih gampang dijalani.


Angle tambahan: Kenikmatan Instan.

Produk menjanjikan manfaat yang langsung terasa, seperti rasa lapar yang lebih terkontrol dan fokus yang lebih terjaga.


Hook: Shortcut Promise dan Big Claim.

“This pouch makes fasting easy” adalah janji yang sederhana, jelas, dan besar.

Audiens langsung tahu apa fungsi utama produknya.


Creative ini cocok untuk audiens Problem Aware dan Solution Aware.

Mereka sudah tahu tantangan fasting, lalu sedang mencari alat bantu agar prosesnya lebih mudah. Namun, iklan ini masih bisa diperkuat dengan proof. Misalnya:


Berapa lama efeknya terasa.

Berapa banyak pengguna yang sudah mencoba.

Testimoni singkat.

Penjelasan kenapa pouch ini tidak membatalkan fasting.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING


A. Jual rutinitas yang terasa lebih mudah

Jangan hanya menjelaskan produknya.

Tunjukkan bagian hidup yang jadi lebih ringan setelah memakai produk.


Contoh universal:

Skincare: “Rutinitas malam yang selesai dalam dua langkah.”

Fashion: “Outfit kerja yang tinggal pakai tanpa mikir.”

Snack: “Ngemil saat sibuk tanpa bikin enek.”

Digital product: “Laporan selesai tanpa pindah pindah aplikasi.”


Formula universal:

“Produk ini bikin aktivitas yang biasanya berat jadi lebih gampang.”


B. Pecah manfaat utama menjadi friction kecil

Cari hambatan kecil yang sering dialami pengguna. Contoh:


Skincare:

Tidak lengket.

Cepat meresap.

Tidak perih.

Mudah dilayer.


Fashion:

Tidak panas.

Tidak kaku.

Tidak gampang kusut.

Mudah dipadukan.


Digital product:

Tidak perlu setup rumit.

Tidak perlu input ulang.

Tidak perlu belajar lama.

Hasil langsung terlihat.

Semakin dekat friction-nya dengan keseharian, semakin mudah iklannya terasa relevan.


C. Pakai headline berbasis kemudahan

Contoh universal:

“Serum ini bikin skincare pagi lebih simpel.”

“Celana ini bikin tampil rapi tanpa kehilangan rasa nyaman.”

“Template ini bikin laporan mingguan selesai lebih cepat.”

“Snack ini bikin jam sibuk terasa lebih ringan.”


D. Tambahkan proof agar claim tidak terasa kosong

Contoh:

“Mulai terasa dalam 15 menit.”

“Dipakai lebih dari 10.000 pengguna.”

“Zero calories.”

“Dibuat untuk dipakai selama fasting window.”


Benefit menarik perhatian.

Proof mengurangi rasa ragu.


Creative 02

b.jpg
b.jpg Download


1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini?

a. Iklan memakai authority sebagai pembuka

“As seen in Bustle.”

Ini langsung memberi sinyal bahwa produk sudah mendapat pengakuan dari pihak lain.

Brand tidak hanya mengatakan produknya bagus.

Ada media yang ikut menguatkan klaim tersebut.

Dalam kategori skincare, authority penting karena audiens sering ragu pada klaim produk.

Validasi dari media membantu mengurangi keraguan itu.


b. Klaim utamanya fokus pada satu fungsi

“Best Skin Barrier Protectant.”

Brand tidak mencoba menjual terlalu banyak manfaat.

Fokusnya hanya satu:

Melindungi skin barrier.

Ini membuat positioning produknya lebih tajam.

Audiens yang sedang mengalami kulit sensitif, kering, atau gampang rewel bisa langsung merasa produk ini relevan.


c. Visual apel membuat produk lebih mudah diingat

Produk diletakkan di atas apel.

Tekstur krim juga ditempelkan pada permukaan apel.

Secara literal, ini memang bukan cara penggunaan produk.

Tapi secara visual, apel membantu menyampaikan ide tentang permukaan yang dilindungi dan tetap terlihat segar.

Visual seperti ini lebih mudah diingat dibandingkan foto jar skincare biasa.


d. Estetikanya terasa editorial

Pemilihan font serif.

Warna hijau gelap.

Lighting yang sedikit dramatis.

Komposisi yang tidak terlalu penuh.

Semua ini membuat iklan terasa seperti editorial beauty campaign, bukan iklan diskon.

Ini membantu membangun persepsi premium.


2. Dari sisi strategi copywriting

CEP: Situasi Masalah atau Frustrasi.

Produk masuk ketika kulit sedang kering, sensitif, terasa rusak, atau mudah bereaksi.


CEP tambahan: Situasi Aspirasi Diri.

Audiens ingin kulit yang lebih sehat dan terlihat terawat.


Angle: Rasa Aman dan Perlindungan Diri.

Produk diposisikan sebagai pelindung skin barrier.


Angle tambahan: Naik Reputasi.

Klaim dari media membuat produk terlihat lebih kredibel dan berkelas.


Hook: Authority Drop dan Big Claim.

“As seen in Bustle” memberi authority.

“Best Skin Barrier Protectant” memberi klaim utama.


Kombinasi ini kuat karena audiens mendapat dua hal sekaligus:

Alasan untuk memperhatikan.

Alasan untuk percaya.


Creative ini cocok untuk audiens Product Aware dan Solution Aware.

Mereka sudah tahu tentang skin barrier atau sedang mencari produk untuk memperbaikinya.

Namun, creative ini masih cukup abstrak untuk cold audience.


Orang yang belum paham skin barrier mungkin belum langsung mengerti:

“Masalah apa yang sebenarnya diselesaikan produk ini?”


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING

A. Gunakan validasi pihak ketiga

Authority tidak harus selalu berasal dari media besar.

Bisa menggunakan:

Review ahli.

Award.

Jumlah pengguna.

Rating.

Kurasi komunitas.

Testimoni profesi tertentu.


Contoh universal:

“Dipilih makeup artist untuk kulit yang gampang rewel.”

“Rating 4,9 dari ribuan pembeli.”

“Masuk daftar produk favorit editor.”

“Dipakai oleh lebih dari 500 bisnis.”


B. Gabungkan authority dengan benefit yang konkret

Jangan berhenti pada:

“Sudah diliput media.”

Audiens tetap perlu tahu kenapa produk layak diperhatikan.


Formula universal:

“Diakui oleh siapa, karena manfaat apa.”


Contoh:

“Dipilih editor beauty karena membantu kulit terasa lebih nyaman saat sedang sensitif.”

“Digunakan profesional karena hasilnya rapi tanpa proses rumit.”

“Menjadi favorit pelanggan karena bahannya ringan dipakai seharian.”


C. Pakai visual analogi yang mudah diingat

Sonsie tidak hanya memotret kemasan.

Mereka memakai apel untuk membawa ide perlindungan dan kesegaran.


Contoh universal:

Skincare: sponge kering dan sponge lembap untuk menunjukkan hidrasi.

Parfum: kain putih dan suasana pagi untuk menggambarkan aroma bersih.

Fashion: lipatan kertas untuk menunjukkan struktur bahan.

Digital product: meja berantakan dan tray rapi untuk menunjukkan organisasi.

Analogi visual membantu menjelaskan manfaat tanpa terlalu banyak kata.


D. Terjemahkan istilah teknis menjadi masalah sehari hari

Daripada hanya mengatakan:

“Memperbaiki skin barrier.”


Tes juga versi seperti:

“Untuk kulit yang gampang perih saat mencoba produk baru.”

“Untuk wajah yang terasa ketarik setelah cuci muka.”

“Untuk kulit yang tiba tiba rewel tanpa alasan jelas.”


Istilah teknis membangun kredibilitas.

Bahasa sehari hari membangun relevansi.


Creative 03

c.jpg
c.jpg Download


1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini?

a. Formatnya terasa seperti informasi spontan

Creative ini memakai tampilan seperti video yang direkam langsung di dalam toko.

Ada tangan memegang produk.

Rak toko terlihat jelas.

Teks besar muncul seperti pengumuman.

Semua elemen ini membuat kontennya terasa seperti temuan seseorang saat sedang belanja, bukan iklan brand yang terlalu direncanakan.

Format seperti ini cocok untuk TikTok dan Reels karena menyatu dengan gaya konten organik.


b. Hook memakai pola PSA

“PSA.”

Singkatan ini memberi kesan bahwa ada informasi yang harus segera diketahui.

Otak audiens menangkapnya seperti pengumuman penting.

Setelah itu, copy langsung menjelaskan:

Produknya baru masuk Target.

Ada promo buy one get one.

Promonya akan segera berakhir.

Informasi utama selesai dalam satu frame.


c. Ada tiga alasan untuk bertindak

Creative ini tidak hanya memberi satu pemicu.


Ada kabar baru:

Produknya baru diluncurkan di Target.

Ada akses yang lebih mudah:

Sekarang bisa ditemukan di retail besar.


Ada urgency:

Promo buy one get one akan segera berakhir.

Ketiga elemen ini mempercepat keputusan, terutama untuk orang yang sebelumnya sudah mengenal brand.


d. Kehadiran di retail besar menjadi trust trigger

Saat produk terlihat berada di rak Target, persepsinya berubah.

Produk terasa lebih nyata.

Lebih mudah diakses.

Lebih dipercaya.

Bagi sebagian audiens, masuk retail besar menjadi sinyal bahwa brand sudah melewati proses kurasi tertentu.

Retail presence menjadi bentuk social proof.


e. Packaging mudah terlihat

Warna ungu, kuning, dan hijau membuat produk menonjol di antara produk lain.

Ini penting karena creative direkam di lingkungan rak yang cukup ramai.

Packaging yang kuat membantu produk tetap menjadi fokus.


2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Lingkungan.

Produk masuk ketika audiens sedang berada di toko atau melihat konteks belanja retail.


CEP tambahan: Situasi Trigger Visual.

Rak Target, packaging, dan promo menjadi pemicu pembelian.


Angle: Kenikmatan Instan dan Rasa Aman.

Kenikmatan instan datang dari promo buy one get one.

Rasa aman muncul karena produk tersedia di retail besar yang sudah dikenal.


Angle tambahan: Persetujuan Sosial.

Kehadiran produk di Target memberi validasi bahwa brand sudah diterima di pasar yang lebih luas.


Hook: Breaking News, Fear of Missing Out, dan Time Pressure.

Format PSA membuat pesan terasa seperti berita.

Promo buy one get one mendorong minat.

“Ending soon” memberi tekanan waktu.


Creative ini cocok untuk audiens Product Aware dan Most Aware.

Mereka sudah tahu brand atau sudah tertarik, lalu diberi alasan kuat untuk membeli sekarang.

Untuk cold audience, creative ini sebaiknya ditambah satu manfaat utama produk.

Kalau tidak, orang bisa tertarik pada promonya tetapi belum paham kenapa produknya layak dibeli.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING

A. Bungkus promo sebagai kabar

Daripada menulis:

“Diskon hari ini.”


Tes format seperti:

“PSA, produk ini akhirnya tersedia offline.”

“Info buat yang kemarin belum kebagian.”

“Baru masuk toko, langsung ada promo.”

“Warna favorit kalian akhirnya tersedia lagi.”

Format pengumuman terasa lebih natural daripada hard selling biasa.


B. Gunakan konteks tempat sebagai trust proof

Tunjukkan produk berada di tempat yang relevan.


Contoh universal:

Skincare: tersedia di klinik atau beauty store.

FNB: tersedia di minimarket atau supermarket.

Fashion: dipajang di pop up store.

Digital product: terlihat dipakai di workspace nyata.

Kursus: terlihat digunakan di kelas atau sesi mentoring.

Tempat bisa menjadi bukti bahwa produk benar benar digunakan dan tersedia.


C. Gabungkan tiga elemen dalam satu hook

Formula universal:

“Kabar baru, akses mudah, batas waktu.”


Contoh:

“Produk favorit kalian sekarang tersedia di marketplace, gratis ongkir sampai malam ini.”

“Kelas ini akhirnya dibuka lagi, bisa daftar langsung, kuotanya ditutup besok.”

“Menu ini sudah masuk semua cabang, ada beli satu gratis satu sampai Minggu.”


D. Buat creative yang terasa seperti temuan pelanggan

Jangan selalu memakai visual studio.


Tes juga:

Tangan mengambil produk dari rak.

Video membuka paket.

Screenshot produk baru tersedia.

Rekaman menemukan produk di toko.

Video kasir atau keranjang belanja.

Visual seperti ini terasa lebih dekat dengan pengalaman pembeli.


E. Jangan biarkan promo berdiri sendiri

Tambahkan satu alasan mengapa produk tersebut layak dibeli.


Contoh:

“Buy one get one untuk suplemen harian yang dibuat dalam kemasan praktis.”

“Diskon hari ini untuk serum yang ringan dan tidak lengket.”

“Promo dua item untuk celana yang tetap nyaman dipakai seharian.”


Promo memberi dorongan.

Product reason memberi pembenaran.


Apa yang bisa kita bawa ke testing?

Tiga creative ini memainkan dorongan yang berbeda.


Ultra Pouches menjual rutinitas yang terasa lebih mudah.

Sonsie menjual perlindungan yang didukung authority.

Primal Queen menjual kabar baru, akses retail, dan urgency.


Namun, ketiganya punya satu pola yang sama:

Mereka tidak menjelaskan semuanya.

Mereka memilih satu alasan utama untuk membuat orang peduli.


Ultra Pouches mengatakan:

“Fasting jadi lebih gampang.”


Sonsie mengatakan:

“Produk ini diakui sebagai pelindung skin barrier.”


Primal Queen mengatakan:

“Produknya baru tersedia dan promonya segera selesai.”


Formula yang bisa kita adaptasi:

“Satu situasi yang relevan, satu manfaat utama, satu bukti yang terlihat, lalu satu alasan untuk bertindak sekarang.”


___________________________________________________________________


Terima kasih sudah menyimak!


Kalau email member@klinikmarketing.id masih ada di folder spam / promosi, silahkan pindahkan ke folder primary / utama yaa! Supaya tidak tertinggal Newsletter seperti ini.