CREATIVE INSIGHT #028

Hanifah Silmi Az Zahra Last updated 
Hi!

Ada 3 creative yang menarik banget buat dibedah kali ini.

Produk kecantikan sering gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena creative-nya terlalu banyak ngomong fitur dan terlalu sedikit menjawab pertanyaan utama audiens:

“Ini bikin aku kelihatan lebih baik dengan cara apa?”

Tiga creative ini menarik karena masing-masing menjawab pertanyaan itu dari angle yang berbeda.

Yang pertama menjual alat styling rambut dengan klaim inovasi.
Yang kedua menjual skincare device lewat pain yang jelas.
Yang ketiga menjual beauty supplement lewat demand dan rasa “produk ini ditunggu”.

Kita bedah satu per satu.

CREATIVE 01

pasted-image-1778816599651.jpeg
pasted-image-1778816599651.jpeg Download

1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini


a. Headline langsung membangun positioning unik
Kalimat:
“The First & Only”
langsung memberi sinyal bahwa produk ini bukan hair tool biasa.

Untuk kategori beauty tools, ini penting karena market sudah ramai dengan catokan, curler, hair dryer, dan multi-styler. Jadi creative harus cepat menjawab:
“Kenapa alat ini beda?”
Headline ini bekerja karena memberi rasa eksklusif dan inovatif.

b. Subheadline menjelaskan diferensiasi produk
“Airflow Multi-Styler with Curved Plates”
Ini menjelaskan apa yang membuat produknya berbeda.

Bukan sekadar catokan.
Bukan sekadar curler.
Tapi alat styling dengan airflow dan curved plates.

Audiens yang sering styling rambut langsung paham bahwa produk ini menjanjikan hasil curl yang lebih mudah dan lebih rapi.

c. Benefit callout sangat lengkap
Creative ini menampilkan beberapa alasan pembelian:
• curved plates untuk curl lebih effortless
• tension technology untuk loose sampai tight curls
• ion generator untuk mengurangi frizz dan menambah shine
• exterior vents untuk cooling dan lock-in styles
• cocok untuk beginner dan styling expert

Ini bagus karena produk beauty tool biasanya butuh edukasi. Orang perlu tahu kenapa alat ini layak dibeli dibanding alat yang sudah mereka punya.

d. Visual produk terlihat premium dan feminin
Warna pink lembut, layout bersih, dan produk ditampilkan dari beberapa angle.

Ini membantu audiens membayangkan bentuk, fitur, dan cara kerja produknya tanpa harus melihat video demo dulu.

2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Aspirasi Diri
Creative ini masuk ke CEP Situasi Aspirasi Diri.
Konteksnya adalah saat audiens ingin rambut terlihat lebih rapi, lebih shiny, dan lebih salon-like tanpa harus selalu ke salon.

Produk masuk ke kebutuhan tampil lebih polished dalam rutinitas harian.

Angle: Lebih Unggul
Angle yang dipakai adalah Lebih Unggul.
Produk diposisikan sebagai hair tool yang lebih advanced dibanding styling tool biasa. Klaim “The First & Only” membuat brand terlihat memimpin kategori, bukan sekadar ikut pasar.

Hook: Big Claim
Hook-nya termasuk Big Claim.
“The First & Only” adalah klaim besar yang membuat audiens berhenti dan bertanya:
“Emang bedanya apa?”
Hook ini cocok untuk produk kecantikan yang punya teknologi, bentuk, atau cara kerja yang benar-benar bisa dijelaskan secara visual.

IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING


A. Pakai klaim inovasi kalau produknya punya pembeda nyata
Contoh:
• “The first styling tool made for quick salon curls at home.”
• “Alat styling yang bikin curl lebih gampang dibentuk.”
• “Satu alat untuk rambut lebih rapi, bouncy, dan shiny.”
• “Bukan catokan biasa. Ini styling tool buat hasil yang lebih niat.”

B. Jangan cuma sebut fitur, ubah jadi hasil beauty
Fitur: ion generator.
Benefit beauty: rambut terlihat lebih halus dan tidak gampang frizzy.

Fitur: curved plates.
Benefit beauty: curl lebih mudah terbentuk.

Fitur: airflow vents.
Benefit beauty: style lebih cepat set.

Contoh copy:
• “Curl lebih gampang kebentuk.”
• “Rambut terlihat lebih smooth, bukan megar.”
• “Bantu kunci bentuk rambut setelah styling.”
• “Cocok buat yang belum jago styling.”

C. Tampilkan produk dari beberapa angle
Untuk beauty tools, ini penting karena audiens ingin tahu:
• bentuk alatnya
• ukuran alatnya
• bagian platnya
• cara pegangnya
• hasil akhirnya

Creative seperti ini cocok untuk awareness dan consideration, karena tugasnya menjelaskan kenapa produk berbeda.

D. Tambahkan versi yang lebih pain based
Versi existing sudah kuat di fitur. Untuk testing, bisa dibuat lebih emosional:

• “Capek curl rambut tapi hasilnya cuma tahan sebentar?”
• “Rambut udah dicatok, tapi tetap frizzy?”
• “Mau salon hair look tanpa bolak-balik salon?”
• “Kalau kamu belum jago styling, alatnya harus bantu kamu.”

CREATIVE 02
pasted-image-1778816600133.png
pasted-image-1778816600133.png Download


1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini


a. Hook langsung menargetkan pain besar
Kalimat:
“GOODBYE Dull Skin”
langsung masuk ke masalah yang sangat umum di kategori skincare.

Dull skin adalah pain yang mudah dikenali. Banyak orang mungkin tidak bisa menjelaskan kondisi kulitnya secara teknis, tapi mereka tahu rasanya saat kulit terlihat kusam, lelah, dan tidak fresh.

Creative ini tidak mulai dari teknologi LED. Dia mulai dari masalah kulit.

Itu bagus.

b. Benefit disusun seperti checklist hasil
Creative ini menampilkan benefit:
• boosts collagen naturally
• fades dark spots
• calms redness and irritation
• hydrates and firms skin

Ini membuat produk terasa menyelesaikan beberapa masalah sekaligus.
Untuk skincare device, ini penting karena harganya biasanya lebih tinggi. Audiens butuh melihat alasan yang cukup kuat untuk merasa produk ini worth it.

c. Visual lampu merah sangat attention grabbing
Red light panel yang menyala besar langsung mencuri perhatian.
Dalam feed yang penuh wajah, serum, dan cream texture, visual alat dengan lampu merah terasa beda.
Ini bagus untuk pattern break.

d. Ada risk reversal yang jelas
“Glowing skin or your money back”
Ini mengurangi keraguan pembelian.
Beauty device sering punya barrier tinggi karena audiens bertanya:

“Kalau tidak cocok gimana?”
“Kalau tidak ada hasil gimana?”
“Kalau mahal tapi cuma hype gimana?”

Money back guarantee membantu menurunkan rasa takut mencoba.

2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Masalah / Frustrasi
Creative ini masuk ke CEP Situasi Masalah / Frustrasi.
Konteksnya adalah saat audiens merasa kulit terlihat kusam, noda hitam susah hilang, redness mengganggu, atau kulit terasa kurang firm.
Produk masuk sebagai solusi beauty device untuk masalah kulit yang terasa berulang.

Angle: Bebas Cemas
Angle yang dipakai adalah Bebas Cemas.
Ada dua lapisan di sini.
Pertama, produk menjanjikan hasil untuk masalah kulit.
Kedua, guarantee “money back” membuat audiens merasa lebih aman untuk mencoba.
Jadi bukan hanya menjual glowing skin, tapi juga menurunkan risiko pembelian.

Hook: Direct Call Out Pain
Hook-nya termasuk Direct Call Out Pain.
“GOODBYE Dull Skin” langsung menyebut masalah yang ingin ditinggalkan audiens.
Ini cocok untuk skincare karena orang sering membeli bukan hanya karena ingin cantik, tapi karena ingin lepas dari masalah spesifik yang mengganggu rasa percaya diri.

IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING


A. Mulai dari pain yang mudah dikenali
Contoh:
• “Goodbye kulit kusam.”
• “Kulit terlihat lelah terus?”
• “Noda hitam nggak pergi-pergi?”
• “Redness bikin makeup susah rata?”
• “Kulit sudah skincare-an, tapi tetap kelihatan capek?”

B. Buat benefit sebagai checklist visual
Format seperti ini cocok untuk skincare, haircare, bodycare, dan beauty device.
Contoh skincare:
• bantu cerahkan tampilan kulit
• bantu samarkan noda hitam
• bantu calming kemerahan
• bantu kulit terasa lebih lembap

Contoh haircare:
• bantu kurangi rambut megar
• bikin rambut terasa lebih halus
• bantu shine lebih kelihatan
• cocok untuk rambut kering


C. Tambahkan risk reversal
Kalau brand punya garansi, trial, refund, atau hasil yang bisa dibuktikan, tampilkan jelas.
Contoh:
• “Coba 30 hari.”
• “Tidak cocok? Bisa refund.”
• “Glowing skin or your money back.”
• “Coba dulu, rasakan bedanya.”

Untuk market lokal, copy-nya bisa dibuat lebih manusiawi:
• “Coba dulu. Kalau nggak cocok, kamu nggak perlu nebak-nebak sendiri.”
• “Biar lebih tenang pas pertama kali beli.”
• “Skincare device mahal harus ada rasa aman.”

D. Jangan terlalu banyak istilah teknis
Untuk produk LED therapy, audiens awam bisa bingung kalau terlalu banyak bicara wavelength, nanometer, atau photobiomodulation.

Lebih baik mulai dari hasil yang terasa:
• kulit tampak lebih cerah
• kemerahan lebih kalem
• tekstur terasa lebih halus
• wajah terlihat lebih fresh

Baru setelah itu edukasi teknologinya.


CREATIVE 03


pasted-image-1778816600477.jpeg
pasted-image-1778816600477.jpeg Download

1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini


a. Visualnya sangat segar dan mudah diingat
Produk protein water varian lemonade dikelilingi lemon, dengan background langit biru.

Ini langsung memberi rasa:
• fresh
• ringan
• clean
• cocok diminum harian
• tidak terasa seperti suplemen berat

Untuk beauty supplement, visual seperti ini penting karena audiens sering menghindari produk yang terlihat terlalu medis atau terlalu “gym banget”.

b. Copy “She’s back baby!” terasa santai dan humanis
Kalimat ini memberi rasa seperti produk favorit yang akhirnya kembali.

Bukan pengumuman kaku. Rasanya seperti brand sedang ngobrol dengan audiens yang sudah menunggu.

Ini cocok untuk produk yang sudah punya fans atau varian best seller.

c. “Sold out in 7 days” memberi social proof yang kuat
Kalimat ini langsung menunjukkan demand.

Produk tidak perlu terlalu banyak menjelaskan kenapa bagus. Audiens sudah diberi sinyal:

“Banyak orang beli sampai habis dalam 7 hari.”

Ini membangun rasa penasaran sekaligus FOMO.

d. Benefit produk tetap terbaca dari kemasan
Di kemasan terlihat beberapa poin seperti collagen, whey protein isolate, low sugar, BCAAs & electrolytes, dan no synthetics.

Ini membantu produk terasa bukan cuma minuman segar, tapi juga punya value beauty dan wellness.

2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Fisik / Kenyamanan
Creative ini masuk ke CEP Situasi Fisik / Kenyamanan.
Konteksnya adalah saat audiens ingin minuman yang segar, ringan, tapi tetap mendukung tubuh, kulit, dan rutinitas sehat.
Produk masuk ke momen harian seperti setelah olahraga, siang hari saat butuh minuman segar, atau saat ingin protein intake tanpa rasa berat.

Angle: Fear of Missing Out
Angle utamanya adalah Fear of Missing Out.
“Sold out in 7 days” memberi tekanan halus bahwa produk ini cepat habis dan diminati banyak orang.
Ditambah “She’s back baby!”, creative terasa seperti restock announcement untuk produk favorit.

Hook: Social Proof
Hook-nya termasuk Social Proof.
Bukti bahwa produk sold out dalam 7 hari membuat audiens lebih percaya bahwa produk ini memang punya daya tarik.
Untuk beauty supplement, social proof penting karena audiens sering ragu apakah rasanya enak, apakah mudah dikonsumsi, dan apakah produk terasa worth it untuk dibeli rutin.

IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING


A. Pakai restock angle untuk produk best seller
Contoh:
• “Akhirnya balik lagi.”
• “Varian yang kemarin habis, sekarang restock.”
• “Sold out dalam 7 hari. Sekarang ready lagi.”
• “Yang ditunggu, balik.”
• “Restock hari ini, jangan nunggu kehabisan lagi.”


B. Gabungkan beauty benefit dan rasa enak
Beauty supplement sering lebih kuat kalau tidak hanya menjual manfaat, tapi juga experience minumnya.

Contoh:
• “Collagen yang rasanya segar, bukan eneg.”
• “Protein water yang ringan buat diminum harian.”
• “Beauty support yang nggak terasa seperti suplemen.”
• “Lemonade fresh dengan collagen dan protein.”

C. Buat visual yang terasa refreshing
Untuk beauty drink, collagen drink, protein water, atau supplement powder, visual bisa dibangun dari:
• buah asli
• es batu
• air dingin
• gelas bening
• background cerah
• tangan sedang menuang
• momen habis olahraga atau siang hari

Tujuannya supaya produk tidak terasa “obat”, tapi terasa sebagai bagian dari lifestyle.

D. Pakai bahasa yang lebih santai untuk restock
Contoh:
• “Dia balik lagi.”
• “Yang kemarin kamu cari, sudah ready.”
• “Stok baru masuk. Jangan ditinggal lama-lama.”
• “Kalau kemarin kehabisan, ini waktunya.”
• “Varian favorit sudah pulang.”


Kesimpulan Besar dari 3 Creative

Ada 3 pola utama yang bisa kita ambil.

1. L’ange: Beauty tool harus cepat menunjukkan kenapa dia beda
Kalau produknya punya teknologi, bentuk, atau fitur unik, jangan sembunyikan.
Tampilkan headline yang membuat produk terasa punya posisi baru di kategori.

Bukan cuma:
“Hair styler baru.”

Tapi:
“Alat styling yang dibuat untuk curl lebih mudah, shiny, dan rapi.”

2. Infraredi: Beauty device harus mulai dari pain, lalu beri rasa aman
Orang tidak membeli LED device karena lampunya merah.

Mereka membeli karena ingin kulit terlihat lebih cerah, tidak kusam, noda lebih samar, dan merasa lebih percaya diri.

Guarantee atau trial bisa mempercepat keputusan karena produk beauty device biasanya punya harga lebih tinggi.

3. Nutra Organics: Beauty supplement harus terasa enak, ringan, dan dicari banyak orang

Untuk supplement, barrier-nya sering ada di rasa dan rutinitas.

Creative ini membuat produk terasa refreshing, bukan berat. Ditambah bukti sold out, produk terlihat lebih desirable.

Formula Testing yang Bisa Langsung Dipakai


Formula 1: The First & Only
“The first and only [produk] for [hasil beauty].”

Contoh:
• “The first hair tool made for effortless curls.”
• “Alat styling untuk curl rapi tanpa ribet.”
• “Satu alat untuk rambut lebih smooth, shiny, dan gampang diatur.”

Formula 2: Goodbye Pain
“Goodbye [masalah beauty].”

Contoh:
• “Goodbye kulit kusam.”
• “Goodbye rambut megar.”
• “Goodbye makeup crack.”
• “Goodbye kuku polos yang itu-itu aja.”

Formula 3: Sold Out Restock

“Sold out in [waktu]. She’s back.”

Contoh:
• “Sold out dalam 7 hari. Sekarang balik lagi.”
• “Varian favorit sudah restock.”
• “Yang kemarin habis, akhirnya ready.”
• “Back again, tapi biasanya nggak lama.”

Penutup


Dari tiga creative ini, pelajaran untuk produk kecantikan cukup jelas.

L’ange menjual inovasi.
Infraredi menjual solusi untuk pain kulit.
Nutra Organics menjual demand dan experience yang refreshing.

Kalau mau diterapkan ke brand beauty lokal, jangan langsung meniru visualnya mentah-mentah. Ambil logikanya.

Untuk beauty tools, tunjukkan fitur dan hasil.
Untuk skincare device, mulai dari pain dan beri rasa aman.
Untuk beauty supplement, jual rasa, rutinitas, dan bukti demand.

Creative beauty yang kuat biasanya tidak hanya bilang “bikin cantik”, tapi membuat audiens bisa membayangkan perubahan kecil yang mereka inginkan di cermin, di rambut, di kulit, atau di rutinitas harian mereka.
____________________________________________________________________

Terima kasih sudah menyimak!

Kalau email member@klinikmarketing.id masih ada di folder spam / promosi, silahkan pindahkan ke folder primary / utama yaa! Supaya tidak tertinggal Newsletter seperti ini.