CREATIVE INSIGHT #052

Hanifah Silmi Az Zahra Last updated 

Hi


Kali ini kita akan bedah 3 ads creative dari kategori sarapan praktis, suplemen vitamin, dan skincare.


Oats Overnight menjual produk lewat tumpukan alasan membeli yang langsung terlihat.


Cymbiotika membawa produk lewat kandungan dan mekanisme penyerapan.


Asarai menggunakan pesan personal dan stok hampir habis untuk mempercepat keputusan.


Creative ketiga sama dengan Asarai yang sudah dibahas di batch sebelumnya. Supaya tidak mengulang analisa yang sama, kali ini bagian Asarai akan lebih fokus pada format native, founder voice, dan cara membuat scarcity terasa lebih kuat.


Kita belum melihat data spend, CTR, atau ROAS dari ketiga creative ini. Jadi pembahasannya fokus pada pola komunikasi yang layak dibawa ke testing.


Creative 01

OATS
OATS Download

1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini?

a. Produk langsung terlihat sebagai pusat perhatian


Kemasan ditempatkan tepat di tengah creative.


Ukurannya besar dan dikelilingi potongan cokelat serta tekstur minuman yang creamy.


Audiens langsung memahami bahwa produknya berhubungan dengan sarapan oat rasa cokelat.


Tidak ada ilustrasi yang terlalu abstrak.


Visual produknya sudah membantu menjelaskan rasa, tekstur, dan cara konsumsi.


Creative ini cocok untuk kategori makanan karena produk terlihat seolah bisa dirasakan melalui layar.


b. Promo menjadi elemen pertama yang terbaca


Badge:


“25 percent off.”


ditempatkan di bagian kiri atas dengan ukuran besar.


Audiens langsung mendapat alasan finansial untuk memperhatikan iklan.


Promo juga tidak berdiri sendiri.


Ada tambahan kalimat:


“Order your first box.”


Ini membantu menyaring siapa yang ditargetkan.


Kemungkinan besar creative ini ditujukan untuk orang yang belum pernah membeli atau baru mempertimbangkan produk.


c. Banyak alasan membeli disusun dalam bentuk callout


Creative menampilkan beberapa informasi:


10 gram protein.


20 pilihan rasa.


Lebih dari 120 ribu review.


Rating 4,8 dari 5.


Gluten free.


Non GMO.


Informasi tersebut ditempatkan di sekitar kemasan.


Struktur seperti ini membantu audiens memindai creative.


Mereka tidak perlu membaca paragraf panjang.


Setiap orang bisa menangkap alasan yang paling relevan bagi mereka.


Ada yang tertarik karena protein.


Ada yang tertarik karena pilihan rasa.


Ada yang lebih percaya karena jumlah review.


d. Social proof dibuat sangat konkret


Kalimat:


“120K plus reviews.”


lebih kuat daripada sekadar mengatakan:


“Disukai banyak pelanggan.”


Jumlah review membuat popularitas produk terasa nyata.


Rating 4,8 dari 5 ikut membantu audiens menilai bahwa popularitas tersebut disertai pengalaman yang cukup positif.


Untuk produk yang dijual lewat sistem box atau langganan, bukti seperti ini membantu mengurangi kekhawatiran sebelum pembelian pertama.


e. Visual rasa memperkuat product desire


Potongan cokelat memenuhi background.


Nama rasa “Space Brownie” juga terlihat pada kemasan.


Audiens tidak hanya diberi manfaat fungsional seperti protein.


Mereka juga diberi gambaran bahwa produk ini terasa seperti makanan yang menyenangkan.


Ini menarik karena produk sarapan sehat sering terlihat terlalu fungsional.


Creative ini mencoba menjaga dua sisi:


Terasa berguna.


Tetap terlihat enak.


2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Momen Rutinitas.


Produk masuk ketika audiens perlu menyiapkan sarapan sebelum bekerja, kuliah, olahraga, atau menjalani pagi yang sibuk.


CEP tambahan: Situasi Fungsional dan Praktis.


Audiens membutuhkan sarapan yang mudah disiapkan dan tidak meminta banyak waktu.


CEP lainnya: Situasi Fisik dan Kenyamanan.


Produk berkaitan dengan rasa lapar dan kebutuhan asupan di pagi hari.


Angle: Rutinitas Lancar dan Kenikmatan Instan.


Produk diposisikan sebagai sarapan yang praktis tetapi tetap terasa menyenangkan.


Angle tambahan: Rasa Aman.


Jumlah review, rating, kandungan protein, dan label produk membantu menurunkan keraguan.


Hook: Number Based, Social Proof, dan Shortcut Promise.


Angka 25 persen menarik perhatian lewat promo.


Angka 10 gram protein memberi alasan fungsional.


Lebih dari 120 ribu review memberi bukti sosial.


Creative ini juga membawa shortcut promise karena produknya menawarkan sarapan yang tinggal ditambah susu.


Creative ini cocok untuk Solution Aware dan Product Aware.


Audiens sudah mencari sarapan praktis, protein breakfast, atau overnight oats.


Untuk cold audience, creative masih cukup mudah dipahami karena produk dan manfaat terlihat jelas.


Kelemahannya, ada banyak sekali pesan dalam satu frame.

Promo.

Protein.

Jumlah rasa.

Review.

Rating.

Label kandungan.


Saat semua informasi tampil dengan bobot yang hampir sama, audiens bisa kehilangan alasan utama untuk membeli.


Creative berikutnya dapat memilih satu pesan utama.


Misalnya:

Sarapan 10 gram protein.


Atau:

20 rasa untuk orang yang mudah bosan.


Atau:

Sarapan praktis dengan lebih dari 120 ribu review.


Satu creative dapat membawa satu alasan besar, lalu creative lain menguji alasan yang berbeda.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING

A. Gunakan produk sebagai pusat, lalu kelilingi dengan tiga alasan


Struktur visual:

Produk di tengah.

Satu promo.

Satu manfaat fungsional.

Satu bukti sosial.


Contoh skincare:

Produk di tengah.

Diskon pembelian pertama.

Tekstur ringan untuk kulit berminyak.

Rating 4,8 dari pelanggan.


Contoh fashion:

Produk di tengah.

Gratis ongkir.

Bahan adem.

Lebih dari 5.000 produk terjual.


Contoh digital product:

Tampilan dashboard di tengah.

Uji coba gratis.

Laporan otomatis.

Dipakai lebih dari 1.000 bisnis.


Tiga alasan yang kuat biasanya lebih mudah diproses daripada tujuh informasi kecil.


B. Gabungkan rasa dan fungsi


Produk makanan tidak harus memilih antara terlihat sehat atau terlihat enak.


Keduanya bisa muncul bersama.


Formula universal:


“Rasa yang dicari audiens, dengan satu manfaat yang mereka butuhkan.”


Contoh:


“Rasa cokelat yang creamy, dengan 10 gram protein.”


“Rasa kopi susu yang familiar, dengan gula yang lebih terkontrol.”


“Tekstur renyah, dengan kandungan serat untuk teman ngemil.”


Audiens membeli berdasarkan keinginan dan alasan.


Visual rasa membangun keinginan.


Benefit membantu mereka membenarkan pembelian.


C. Gunakan review sebagai alasan, bukan dekorasi


Jangan hanya menaruh jumlah bintang.


Hubungkan dengan alasan kenapa produk disukai.


Contoh:

“Lebih dari 120 ribu review, banyak pelanggan menyukai rasa yang tidak cepat membosankan.”


Atau:

“Rating 4,8, paling sering dipuji karena mudah disiapkan pada pagi yang sibuk.”

Gunakan isi review yang benar benar tersedia.

Jumlah review membangun rasa percaya.

Tema review membantu audiens memahami product reason.


D. Pisahkan creative berdasarkan motivasi


Creative pertama:

Fokus promo.

“Diskon 25 persen untuk box pertama.”


Creative kedua:

Fokus manfaat.

“10 gram protein untuk sarapan yang tinggal ditambah susu.”


Creative ketiga:

Fokus variasi.

“20 rasa untuk orang yang cepat bosan dengan menu sarapan.”


Creative keempat:

Fokus social proof.

“Sudah mendapat lebih dari 120 ribu review.”


Pemisahan ini membantu kita melihat alasan mana yang paling kuat mendorong klik.


Creative 02

Cymbiotika
Cymbiotika Download

1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini?

a. Nama kandungan langsung menjadi pembuka


Creative membuka dengan:


“Liposomal Vitamin B12 plus B6.”


Audiens langsung memahami apa produk utamanya.


Brand tidak menggunakan headline yang terlalu misterius.


Mereka memilih menjual kandungan dan bentuk formulasinya.


Pendekatan ini cocok untuk audiens yang sudah mengenal vitamin B12, B6, atau sedang membandingkan beberapa produk suplemen.


b. Mekanisme produk ikut dijelaskan


Ada tambahan kalimat:


“For enhanced absorption.”


Creative tidak hanya mengatakan produknya mengandung vitamin.


Brand menjelaskan alasan kenapa bentuk liposomal dianggap relevan.


Pesannya menjadi:


Bukan hanya apa kandungannya.


Ada perhatian pada bagaimana kandungan tersebut disampaikan ke tubuh.


Hal ini membantu produk terlihat lebih unggul dibanding vitamin dengan formula yang terasa lebih umum.


c. Botol menjadi pusat visual


Produk ditempatkan tepat di tengah.


Garis tipis mengelilingi kemasan dan mengarah ke beberapa benefit.


Audiens bisa melihat kemasan sekaligus memahami fungsi yang ingin ditonjolkan.


Struktur ini membuat produk menjadi penghubung antara kandungan dan hasil.


d. Benefit dipisahkan menjadi beberapa area


Creative menampilkan:


Boost your energy.


Improve your mood.


Support your heart health.


Audiens bisa langsung melihat wilayah manfaat yang ingin dibawa brand.


Tidak ada paragraf panjang.


Garis penunjuk membantu mata berpindah dari produk menuju setiap benefit.


Pendekatan ini mirip feature benefit callout.


e. Visual terasa premium dan tenang


Background cokelat lembut.


Kemasan merah menjadi titik perhatian.


Tipografi tipis membuat creative terasa modern.


Tidak ada elemen promo atau warna yang terlalu ramai.


Desainnya mendukung positioning suplemen premium yang dijual lewat kualitas formula.


2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Fisik dan Kenyamanan.


Produk masuk ketika audiens merasa kurang berenergi atau ingin mendukung kondisi tubuh sehari hari.


CEP tambahan: Situasi Aspirasi Diri.


Audiens ingin menjaga energi, mood, dan kebugaran agar bisa menjalani aktivitas dengan lebih konsisten.


CEP lainnya: Situasi Momen Rutinitas.


Produk dapat dimasukkan ke kebiasaan harian seperti setelah sarapan atau sebelum mulai bekerja.


Angle: Rutinitas Lancar dan Lebih Stabil.


Produk dijual sebagai dukungan untuk menjaga kondisi tubuh sepanjang hari.


Angle tambahan: Lebih Unggul dan Rasa Aman.


Istilah liposomal dan enhanced absorption membuat formula terasa lebih maju.


Penyebutan vitamin membantu audiens memahami dasar produk.


Hook: Feature Breakdown, Big Claim, dan New Opportunity.


Nama kandungan menjadi fitur utama.


Klaim energi, mood, dan kesehatan jantung menjadi hasil yang ditawarkan.


Bentuk liposomal menjadi alasan bahwa produk ini memiliki pendekatan berbeda.


Creative ini cocok untuk Solution Aware dan Product Aware.


Audiens sudah mengetahui manfaat umum vitamin B atau sedang mencari suplemen energi.


Untuk cold audience, istilah liposomal mungkin belum cukup jelas.


Mereka mungkin bertanya:


Apa bedanya dengan vitamin biasa?


Kenapa penyerapan penting?


Apa yang akan dirasakan pengguna?


Creative berikutnya dapat menerjemahkan mekanisme tersebut ke bahasa yang lebih sederhana.


Creative ini juga membawa terlalu banyak wilayah manfaat.

Energi.

Mood.

Kesehatan jantung.


Ketika produk dikaitkan dengan banyak hasil, pesan utamanya menjadi kurang tajam.


Klaim “improve your mood” juga perlu dijaga agar tidak terdengar seperti produk menjanjikan perubahan kondisi emosional secara pasti.


Lebih aman menggunakan bahasa dukungan yang sesuai dengan bukti produk.


Misalnya:

“Supports energy metabolism and normal nervous system function.”

Pemilihan kalimat tetap perlu mengikuti klaim yang memang diizinkan dan dapat dibuktikan oleh brand.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING

A. Jelaskan mekanisme dalam satu kalimat sederhana


Jangan berhenti pada istilah teknis.


Formula:

“Istilah teknis, lalu alasan kenapa audiens perlu peduli.”


Contoh:

“Liposomal delivery, dibuat untuk membantu kandungan diserap dengan lebih baik.”

“Micro encapsulation, membantu aroma dilepaskan secara bertahap.”

“Auto sync, membuat data diperbarui tanpa input berulang.”

“Quick dry fabric, membantu pakaian terasa lebih cepat kering.”


Istilah membangun kesan ahli.


Penjelasan membuat manfaatnya bisa dipahami.


B. Pilih satu manfaat utama per creative


Versi energi:

“Vitamin B12 plus B6 untuk mendukung energi harian.”


Versi rutinitas:

“Dua vitamin dalam satu semprotan yang mudah masuk ke rutinitas pagi.”


Versi mekanisme:

“Liposomal delivery untuk pendekatan penyerapan yang berbeda.”


Versi pengalaman:

“Format semprot untuk orang yang tidak suka menelan kapsul.”


Satu creative sebaiknya punya satu pekerjaan.


C. Gunakan garis penunjuk untuk tiga informasi


Struktur callout:

Apa produknya.

Bagaimana cara kerjanya.

Apa manfaat utamanya.


Contoh skincare:

Ceramide moisturizer.

Membantu mendukung lapisan pelindung kulit.

Untuk kulit yang sering terasa kering setelah mencuci wajah.


Contoh fashion:

Celana dengan stretch fabric.

Mengikuti gerak tubuh.

Nyaman untuk duduk dan bergerak lebih lama.


Contoh digital product:

Dashboard otomatis.

Menarik data dari beberapa sumber.

Membantu tim melihat laporan dalam satu tempat.


D. Tambahkan product experience


Creative saat ini menjelaskan kandungan dan benefit.


Belum banyak menjelaskan pengalaman penggunaan.


Hal yang bisa ditambahkan:

Rasa.

Jumlah semprotan.

Waktu penggunaan.

Ukuran produk.

Berapa lama satu botol digunakan.


Contoh:

“Dua semprotan setiap pagi.”

“Rasa berry yang ringan.”

“Tidak perlu menelan kapsul.”


Detail seperti ini membantu audiens membayangkan produk masuk ke keseharian mereka.


E. Jaga bahasa klaim kesehatan


Gunakan bahasa seperti:

“Mendukung.”

“Membantu melengkapi.”

“Diformulasikan untuk.”

“Hasil setiap orang dapat berbeda.”


Hindari kalimat yang memberi kesan hasil pasti.


Visual yang premium tidak menggantikan kebutuhan akan pembuktian.


Creative 03

Ctalyst
Ctalyst Download

1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini?

a. Headline membantu audiens mendiagnosis masalah sendiri


Creative membuka dengan:


“3 signs you need to switch your cat litter.”


Audiens tidak langsung disuruh membeli.


Mereka diajak mengecek apakah produk yang sedang digunakan memiliki masalah.


Ini membuat iklan terasa seperti konten edukasi.


Pemilik kucing bisa membaca satu per satu dan berpikir:


“Ini terjadi di rumah saya.”


Format seperti ini bekerja karena audiens merasa menemukan masalahnya sendiri.


Produk baru muncul setelah masalah terasa relevan.


b. Masalah yang dipilih sangat dekat dengan pengalaman pengguna


Tiga masalah yang ditampilkan:


Terus menerus berbau.


Berhubung debu dan sulit disendok.


Kucing tidak suka menggunakan litter box.


Ketiganya bukan manfaat yang abstrak.


Pemilik kucing bisa langsung membayangkan situasinya.


Bau di rumah.


Debu saat menuang pasir.


Litter yang menggumpal dengan buruk.


Kucing menghindari kotaknya.


Creative menggunakan masalah yang bisa diamati.


Ini membuat pesan lebih mudah dipercaya.


c. Angka besar menjadi stop scroll


Angka 3 mengambil porsi besar pada visual.


Sebelum membaca headline, audiens sudah menangkap bahwa ada daftar singkat.


Format angka memberi ekspektasi bahwa kontennya mudah selesai dibaca.


Audiens tahu mereka hanya perlu melihat tiga poin.


Ini menurunkan beban membaca.


d. Visual produk sedang digunakan


Creative tidak hanya menunjukkan kemasan.


Ada adegan litter dituangkan ke kotak.


Audiens bisa melihat warna, tekstur, dan bentuk produk.


Penggunaan seperti ini membantu produk terasa nyata.


Mereka bisa membayangkan proses mengganti litter lama dengan produk baru.


e. CTA masih berhubungan dengan pesan utama


Kalimat:


“Make the natural switch to Catalyst Pet.”


menggunakan kata “switch” yang sudah muncul pada headline.


Pesannya terasa konsisten.


Creative memulai dengan alasan untuk mengganti.


Creative ditutup dengan ajakan untuk mengganti.


Tidak ada perubahan topik di tengah jalan.


f. Warna brand kuat


Hijau dan putih digunakan berulang pada kemasan, headline, kotak teks, dan CTA.


Creative terlihat tegas dan mudah dikenali.


Kontrasnya cukup kuat terhadap background yang gelap.


Branding tetap terlihat tanpa menutupi isi pesan.


2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Masalah atau Frustrasi.


Produk masuk ketika rumah mulai berbau, litter berdebu, sulit dibersihkan, atau kucing menghindari kotaknya.


CEP tambahan: Situasi Momen Rutinitas.


Masalah muncul saat pemilik menuang, membersihkan, dan mengganti litter.


CEP lainnya: Situasi Fisik dan Kenyamanan.


Bau, debu, dan proses membersihkan yang merepotkan berkaitan langsung dengan kenyamanan rumah.


Angle: Hidup Nyaman dan Rutinitas Lancar.


Produk dijual sebagai cara membuat proses merawat litter box terasa lebih mudah.


Angle tambahan: Perlindungan Orang Tersayang.


Poin mengenai kucing yang tidak menyukai litter box membuat pilihan produk terasa berkaitan dengan kenyamanan hewan.


Hook: Number Based, X Signs, dan Direct Call Out Pain.


Angka tiga membangun format daftar.


“Signs you need to switch” membantu audiens melakukan identifikasi diri.


Tiga masalah berikutnya langsung memanggil rasa frustrasi.


Creative ini cocok untuk Problem Aware dan Solution Aware.


Audiens sudah merasa ada masalah dengan litter lama.


Mereka belum tentu tahu produk apa yang akan digunakan sebagai pengganti.


Creative ini kuat dalam mengangkat masalah.


Bagian yang masih lemah adalah alasan kenapa Catalyst Pet menjadi solusi.


Kalimat “natural switch” belum menjelaskan:


Terbuat dari apa.


Kenapa lebih sedikit debu.


Bagaimana mengontrol bau.


Apakah lebih mudah disendok.


Berapa lama penggunaannya.


Creative berikutnya perlu menghubungkan setiap masalah dengan satu product reason.


Misalnya:


Masalah: berdebu.


Product reason: serat kayu yang menghasilkan lebih sedikit debu.


Masalah: bau.


Product reason: kemampuan menyerap yang membantu mengontrol bau.


Masalah: sulit dibersihkan.


Product reason: tekstur yang mempermudah proses scoop.


Gunakan klaim sesuai bukti produk.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING

A. Gunakan format “3 tanda”


Formula universal:

“Tiga tanda bahwa solusi yang kamu pakai sekarang perlu diganti.”


Contoh skincare:

“Tiga tanda cleanser kamu terlalu keras.”

Kulit terasa tertarik.

Mudah kemerahan.

Semakin sering mencuci, semakin tidak nyaman.


Contoh fashion:

“Tiga tanda ukuran bajumu kurang tepat.”

Bahu tertarik.

Kancing membuka saat duduk.

Baju terus dibetulkan.


Contoh digital product:

“Tiga tanda timmu perlu meninggalkan spreadsheet manual.”

Data sering berbeda.

File sulit ditemukan.

Laporan selalu terlambat.

Format ini membantu audiens mengenali masalah sebelum melihat solusi.


B. Pilih masalah yang bisa diamati


Hindari kalimat umum seperti:

“Kurang efektif.”

“Tidak optimal.”

“Tidak nyaman.”

Gunakan adegan nyata.


Contoh:

“Bau masih terasa setelah dibersihkan.”

“Debu muncul setiap kali produk dituangkan.”

“Data dari dua file menunjukkan angka yang berbeda.”

“Makeup pecah di area yang sama setiap siang.”


Masalah konkret lebih mudah menghasilkan respons.


C. Hubungkan setiap masalah dengan product reason


Struktur:

Masalah.

Penyebab atau kelemahan solusi lama.

Alasan produk baru.


Contoh:

“Litter lama mudah berdebu.”

“Materialnya menghasilkan banyak partikel kecil.”

“Produk baru memakai material yang dirancang untuk debu lebih rendah.”


Atau untuk skincare:

“Kulit terasa ketarik setelah cuci muka.”

“Formula pembersihnya terlalu kuat untuk rutinitas harian.”

“Cleanser ini memakai surfaktan yang lebih lembut.”


D. Buat versi problem dan versi proof


Versi pertama:

“3 tanda kamu perlu mengganti cat litter.”


Versi kedua:

“Kenapa pemilik kucing beralih ke litter berbahan kayu.”


Versi ketiga:

“Lihat perbedaan debu saat dua litter ini dituangkan.”


Versi keempat:

“Seberapa mudah litter ini disendok setelah digunakan.”


Creative problem menarik perhatian.


Creative proof membantu keputusan.


Apa yang bisa kita bawa ke testing?


Ketiga creative ini menjawab pertanyaan audiens yang berbeda.


Oats Overnight menjawab:

“Apa saja alasan saya mencoba produk ini?”


Cymbiotika menjawab:

“Apa yang membuat formula ini berbeda?”


Catalyst Pet menjawab:

“Apakah produk yang saya gunakan sekarang sedang bermasalah?”


Tiga pertanyaan ini bisa menjadi tiga jalur testing.


Jalur pertama: Reason stack.

Tampilkan produk bersama promo, manfaat, dan bukti sosial.


Jalur kedua: Mechanism.

Jelaskan satu bahan, fitur, atau teknologi yang membuat produk bekerja.


Jalur ketiga: Self diagnosis.

Bantu audiens mengenali tanda bahwa solusi lama sudah tidak cocok.


Ada satu pola yang sama.


Ketiganya memberi konteks sebelum meminta audiens membeli.


Oats Overnight memberi alasan.


Cymbiotika memberi mekanisme.


Catalyst Pet memberi masalah yang bisa dikenali.


Formula yang bisa kita adaptasi:


“Satu alasan untuk berhenti, satu masalah atau kebutuhan yang terasa dekat, satu product reason yang mudah dipahami, lalu satu ajakan untuk mencoba langkah baru.”


Untuk testing, buat tiga creative terpisah.


Creative pertama menjual alasan.


Creative kedua menjual cara kerja.


Creative ketiga menjual kesadaran bahwa solusi lama perlu diganti.


___________________________________________________________________


Terima kasih sudah menyimak!


Kalau email member@klinikmarketing.id masih ada di folder spam / promosi, silahkan pindahkan ke folder primary / utama yaa! Supaya tidak tertinggal Newsletter seperti ini.