CREATIVE INSIGHT #032

Hanifah Silmi Az Zahra Last updated 

Hi!


Tiga creative ini sama-sama menjual trust, tapi caranya beda.

Riverside menjual trust lewat creator yang sudah dikenal.Lineage Provisions menjual trust lewat founder atau expert credibility.Zapier menjual trust lewat asosiasi dengan teknologi besar dan use case yang luas.

Menariknya, ketiganya tidak terlalu banyak menjelaskan fitur. Mereka lebih fokus membuat audiens berpikir:

“Kalau mereka pakai, mungkin ini memang layak gue coba.”

Kita bedah satu per satu.


CREATIVE 01

RIVERSIDE
RIVERSIDE Download

1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini

a. Hook-nya memakai social proof dari figur yang relevan

Kalimat:

“Your favorite creators use Riverside, shouldn’t you?”

Ini kuat karena langsung meminjam trust dari creator yang sudah familiar di dunia podcast, content creation, dan media.

Audiens yang ingin membuat konten akan merasa:

“Kalau creator besar pakai ini, berarti tools-nya serius.”

Ini bukan social proof biasa. Ini social proof dari aspirational user.

b. Visual langsung menunjukkan dunia target market

Ada banyak cover podcast dan creator yang ditampilkan.

Ini membuat creative langsung terasa relevan untuk target audiensnya: podcaster, creator, interviewer, founder, marketer, dan content team.

Tanpa perlu menjelaskan panjang, audiens langsung paham bahwa Riverside adalah tool untuk creator.

c. Copy-nya memakai sedikit pressure sosial

Frasa “shouldn’t you?” memberi dorongan halus.

Bukan memaksa, tapi membuat audiens mempertanyakan pilihannya sendiri:

“Kalau creator favorit gue pakai, kenapa gue belum?”

Ini bekerja karena banyak orang ingin memakai tools yang dipakai oleh orang yang mereka kagumi.

d. Layout gelap membuat elemen creator lebih menonjol

Background hitam membuat cover podcast dan logo Riverside terlihat lebih premium dan fokus.

Visualnya tidak ramai walaupun banyak elemen, karena semua diletakkan seperti floating collage.


2. Dari sisi strategi copywriting

CEP: Situasi Aspirasi Diri

Creative ini masuk ke CEP Situasi Aspirasi Diri.

Konteksnya adalah saat audiens ingin naik level sebagai creator, membuat podcast lebih profesional, atau merasa ingin memakai tools yang sama dengan creator yang mereka kagumi.

Produk tidak hanya dijual sebagai software recording, tapi sebagai bagian dari identity creator yang lebih serius.

Angle: Naik Reputasi

Angle yang dipakai adalah Naik Reputasi.

Riverside memposisikan diri sebagai tool yang dipakai oleh creator kredibel. Jadi ketika audiens memakai Riverside, mereka merasa sedang memakai standar yang lebih profesional.

Hook: Social Proof

Hook-nya termasuk Social Proof.

Bukan dengan angka pengguna, tapi dengan bukti bahwa creator terkenal atau relevan sudah menggunakan produk.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING

A. Pakai social proof dari user yang aspiratif

Contoh:

• “Dipakai creator yang kontennya kamu tonton tiap minggu.”• “Tool pilihan podcaster yang serius dengan kualitas audio.”• “Kalau tim besar sudah pakai ini, kenapa workflow kamu masih manual?”• “Banyak brand besar mulai dari sistem yang rapi seperti ini.”

B. Gunakan format “mereka pakai, kamu kapan?”

Contoh:

• “Creator favoritmu sudah pakai. Kamu kapan?”• “Founder lain sudah automate workflow-nya. Tim kamu kapan?”• “Brand yang kamu follow sudah pakai format ini.”• “Kalau mereka bisa bikin konten lebih rapi, kamu juga bisa mulai.”

C. Tampilkan bukti yang langsung dikenali

Bisa berupa:

• logo client• wajah creator• screenshot konten• cover podcast• testimoni user• jumlah pengguna• badge media

D. Cocok untuk produk yang menjual status profesional

Format ini cocok untuk:

• SaaS• platform content creation• kursus creator• agency tools• community premium• template bisnis• software produktivitas


CREATIVE 02

MADEWTH
MADEWTH Download

1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini

a. Visual produk langsung menunjukkan tekstur dan cara konsumsi

Meat sticks ditampilkan sedang dipegang, dengan kemasan besar di background.

Ini membuat produknya terasa nyata dan appetizing.

Untuk makanan, terutama snack protein, visual tekstur penting. Audiens perlu merasa bahwa produk ini bukan cuma sehat, tapi juga bisa dimakan dengan nyaman.

b. Tweet overlay memberi rasa authority

Ada tweet dari Paul Saladino, MD.

Ini memberi kesan bahwa produk ini didukung oleh figur yang punya kredibilitas di dunia health, nutrition, atau animal-based diet.

Creative ini tidak hanya mengandalkan klaim brand. Dia meminjam trust dari figur yang punya audience relevan.

c. Copy tweet menjelaskan diferensiasi bahan

Teksnya menekankan:

• real organic ingredients• no fake powders• no natural flavors• no artificial sweeteners• regeneratively raised beef• organs• organic garlic and onion

Ini sangat kuat karena audience kategori healthy snack sering skeptis terhadap ingredients.

Mereka tidak hanya bertanya “enak nggak?”, tapi juga:

“Isinya beneran apa?”

d. Engagement angka besar menjadi social proof tambahan

Retweets, quote tweets, dan likes yang besar membuat tweet terasa seperti opini yang sudah divalidasi banyak orang.

Ini membuat creative lebih persuasive karena audiens melihat bukan hanya satu expert yang bicara, tapi banyak orang juga merespons.

e. Produk punya positioning yang jelas

Ini bukan snack daging biasa.

Produk diposisikan sebagai meat stick yang lebih bersih, lebih real, dan lebih serius secara ingredients.


2. Dari sisi strategi copywriting

CEP: Situasi Fisik / Kenyamanan

Creative ini masuk ke CEP Situasi Fisik / Kenyamanan.

Konteksnya adalah saat audiens butuh snack protein yang praktis, mengenyangkan, dan terasa lebih clean dibanding snack biasa.

Produk masuk ke momen lapar, on the go, setelah olahraga, traveling, atau butuh protein tanpa makan besar.

Angle: Rasa Aman

Angle yang dipakai adalah Rasa Aman.

Karena creative ini banyak menekankan bahan asli dan menghindari bahan yang dicurigai audiens, seperti fake powders, artificial sweeteners, dan natural flavors.

Produk dibuat terasa lebih aman dan lebih bisa dipercaya untuk dimakan rutin.

Hook: Authority Drop

Hook-nya termasuk Authority Drop.

Ada figur dokter atau expert yang menyampaikan value produk. Ini membuat klaim ingredients terasa lebih kredibel.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING

A. Pakai expert atau founder POV untuk ingredients

Contoh:

• “Kami buat snack ini tanpa pemanis buatan, tanpa perasa aneh, dan tanpa bahan yang bikin kamu harus mikir dua kali.”• “Dibuat dari bahan yang kamu bisa baca, bukan daftar panjang yang bikin bingung.”• “Protein snack yang rasanya enak, tapi tetap jelas isinya.”• “Bukan cuma tinggi protein. Bahannya juga niat.”

B. Tampilkan “no list” untuk mengurangi rasa ragu

Contoh:

• no artificial sweetener• no fake flavor• no filler berlebihan• no bahan yang nggak perlu• no rasa eneg

Untuk market lokal:

• tanpa pemanis buatan• tanpa perasa berlebihan• tanpa bahan yang ribet dibaca• tanpa rasa protein yang bikin eneg

C. Gunakan format social post overlay

Creative bisa dibuat seperti:

• tweet founder• review customer• komentar ahli• screenshot DM• screenshot review marketplace• screenshot thread edukasi

Ini membuat iklan terasa seperti konten organik, bukan iklan yang terlalu polished.

D. Cocok untuk produk food dan wellness

Format ini cocok untuk:

• protein bar• granola• snack sehat• collagen drink• meal replacement• clean eating product• suplemen non-regulated• kopi sehat• minuman functional


CREATIVE 03

ZAPIER
ZAPIER Download

1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini

a. Headline sangat simple dan cepat dipahami

Kalimat:

“Zapier + AI = even more possibilities.”

Ini singkat, jelas, dan langsung.

Tidak perlu menjelaskan 10 fitur automation. Creative ini cukup mengatakan bahwa Zapier dengan AI membuka lebih banyak kemungkinan.

Untuk produk SaaS yang kompleks, headline sederhana seperti ini membantu mengurangi cognitive load.

b. Visual menjelaskan integrasi tanpa banyak kata

Ada logo OpenAI di tengah, lalu terhubung ke Gmail, Slack, dan aplikasi lain.

Ini langsung menunjukkan fungsi inti Zapier:

menghubungkan tools.

Audiens tidak perlu membaca penjelasan teknis. Visual sudah bilang:

“AI bisa masuk ke workflow tools yang kamu pakai sehari-hari.”

c. Menggunakan nama besar untuk transfer trust

OpenAI, Gmail, Slack, dan aplikasi populer lain membuat creative terasa familiar.

Audiens merasa produk ini tidak berdiri sendiri. Zapier menjadi jembatan antara tools yang sudah mereka kenal.

d. Brand color dan layout konsisten

Warna orange khas Zapier langsung terasa. Background cream membuat visual tetap clean, dan logo Zapier di bawah memperjelas brand recall.

Creative-nya simple, tapi sangat recognizable.

e. Pesannya luas tapi tetap relevan

“Even more possibilities” memang broad, tapi cocok untuk Zapier karena use case-nya sangat banyak.

Ini memberi ruang bagi audiens untuk membayangkan sendiri:

“Bisa dipakai buat email, report, customer support, lead follow up, content, dan lain-lain.


2. Dari sisi strategi copywriting

CEP: Situasi Fungsional / Praktis

Creative ini masuk ke CEP Situasi Fungsional / Praktis.

Konteksnya adalah saat tim ingin kerja lebih cepat, menghubungkan tools yang tercerai-berai, dan menggunakan AI dalam workflow harian tanpa harus bangun sistem dari nol.

Produk masuk sebagai jembatan praktis antara AI dan tools kerja.

Angle: Rutinitas Lancar

Angle yang dipakai adalah Rutinitas Lancar.

Zapier menjual kemudahan membuat workflow lebih otomatis, lebih rapi, dan lebih cepat.

Dengan AI, rutinitas kerja terasa punya lebih banyak kemungkinan untuk dipangkas atau dibantu.

Hook: New Opportunity

Hook-nya termasuk New Opportunity.

“Zapier + AI” langsung menunjukkan peluang baru. Produk lama terasa punya value baru karena dikaitkan dengan AI.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING

A. Pakai formula “Produk + tren besar”

Contoh:

• “[Brand] + AI = workflow lebih cepat.”• “[Template] + AI = konten lebih rapi.”• “[CRM] + automation = follow up nggak keteteran.”• “[Tool kamu] + WhatsApp = lead lebih cepat direspons.”

B. Tampilkan integrasi secara visual

Untuk SaaS, visual seperti ini efektif karena menjelaskan sistem tanpa tutorial panjang.

Bisa tampilkan:

• logo tools yang terhubung• garis koneksi• workflow simple• before after proses• satu input, banyak output• dashboard yang mudah dipahami

C. Jangan terlalu teknis di creative awal

Daripada menulis:

“Automate multi-step AI workflow using API integrations.”

Lebih enak:

• “Bikin AI bantu kerja di tools yang sudah kamu pakai.”• “Hubungkan ChatGPT ke email, Slack, dan CRM kamu.”• “Workflow manual bisa mulai jalan otomatis.”• “AI-nya pintar. Workflow-nya juga harus rapi.”

D. Cocok untuk produk yang menempel pada tren besar

Format ini cocok untuk:

• AI tools• automation platform• CRM• learning platform• template produktivitas• analytics tool• finance app• productivity SaaS


Kesimpulan Besar dari 3 Creative

Ada 3 pola utama yang bisa kita ambil.

1. Riverside: Social proof paling kuat kalau user-nya aspiratif

Bukan hanya “dipakai banyak orang”.

Lebih kuat kalau:

“dipakai orang yang ingin ditiru audiens.”

Untuk SaaS, course, creator tools, dan B2B product, aspirational proof bisa menaikkan trust dengan cepat.

2. Lineage Provisions: Produk food sehat butuh ingredients trust

Untuk snack sehat, protein, atau functional food, orang tidak cukup diyakinkan dengan rasa.

Mereka juga ingin tahu:

isinya apa, tidak ada apa, dan siapa yang percaya produk ini.

Overlay social post bisa membuat pesan ingredients terasa lebih natural.

3. Zapier: Produk kompleks harus dibuat sesederhana mungkin

Zapier bisa menjelaskan automation panjang lebar. Tapi creative ini memilih formula paling ringkas:

brand + AI = possibilities.

Untuk SaaS kompleks, semakin cepat audiens paham kategori manfaatnya, semakin baik.


Formula Testing yang Bisa Langsung Dipakai

Formula 1: Aspirational User Proof

“Your favorite [creator/professional/team] use [brand]. Shouldn’t you?”

Contoh:

• “Creator favoritmu pakai tool ini. Kamu kapan?”• “Tim growth sudah automate kerja mereka. Tim kamu kapan?”• “Founder lain sudah pakai sistem ini untuk follow up leads.”• “Kalau agency besar pakai workflow ini, kenapa kamu masih manual?”

Formula 2: Expert Ingredient Proof

“We made [produk] with [bahan asli], no [hal yang dihindari], just [value utama].”

Contoh:

• “Kami buat protein snack dengan bahan yang jelas, tanpa pemanis buatan, tanpa perasa aneh.”• “Collagen drink yang ringan, tanpa rasa eneg, tanpa gula berlebihan.”• “Snack sehat yang nggak bikin kamu harus baca label lima kali.”• “Bahan simpel. Rasa tetap niat.”

Formula 3: Product + New Trend

“[Produk] + [tren besar] = [benefit lebih luas].”

Contoh:

• “Zapier + AI = even more possibilities.”• “CRM + AI = follow up lebih cepat.”• “Template + AI = konten lebih rapi.”• “WhatsApp + automation = lead nggak hilang.”


Penutup

Dari 3 creative ini, pelajarannya cukup jelas.

Riverside menjual standar creator.Lineage menjual trust lewat bahan dan authority.Zapier menjual peluang baru lewat AI.

Kalau mau diterapkan ke brand lokal, ambil cara berpikirnya.

Untuk SaaS atau tools, tampilkan siapa yang sudah pakai dan apa hasilnya.Untuk food atau wellness, tunjukkan bahan asli dan hal yang sengaja dihindari.Untuk produk yang kompleks, sederhanakan dengan formula yang cepat ditangkap.

____________________________________________________________________

Terima kasih sudah menyimak!


Kalau email member@klinikmarketing.id masih ada di folder spam / promosi, silahkan pindahkan ke folder primary / utama yaa! Supaya tidak tertinggal Newsletter seperti ini.