CREATIVE INSIGHT #045

Hanifah Silmi Az Zahra Last updated 

Hi,


Tiga creative ini sama-sama masuk ke momen gifting, tapi cara masuknya beda.


Milk Makeup menjual produk beauty sebagai “top hits” yang cepat habis.Mott & Bow menjual kaos pria sebagai solusi saat bingung cari hadiah untuk laki-laki.Hommey menjual robe sebagai hadiah nyaman untuk orang yang suka di rumah.


Ini menarik karena gifting sering punya pain yang sama: orang bukan cuma cari barang bagus, tapi cari hadiah yang aman, kepakai, dan tidak bikin salah pilih.


CREATIVE 01

MILK MAKEUP
MILK MAKEUP Download

1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini

a. Headline sangat kuat untuk momen gifting


Kalimat:


“GIFTS THAT GO OFF”


Ini terasa energetic, singkat, dan cocok untuk beauty brand yang fun.


Frasa “go off” memberi kesan produknya bukan hadiah biasa, tapi hadiah yang bakal bikin penerima excited.


Ini cocok untuk beauty karena produk seperti lip, blush, primer, dan mini set sering dibeli sebagai hadiah kecil yang terasa menyenangkan.


b. Subheadline membangun urgency


“Top hits. Hot deals. Grab ’em before they fly off shelves.”


Ini bagus karena menggabungkan tiga dorongan:


produk populer.harga sedang menarik.stok bisa cepat habis.


Untuk campaign holiday atau gifting season, urgency seperti ini sangat penting karena audiens sering menunda beli hadiah.


c. Visual rak toko memberi rasa abundance


Produk ditampilkan seperti di shelf, penuh dengan banyak pilihan.


Ini membuat brand terasa seperti punya banyak opsi gifting. Audiens bisa membayangkan mereka sedang melihat display holiday gift set.


Untuk beauty gifting, visual “banyak pilihan” bisa membantu orang merasa lebih mudah menemukan sesuatu.


d. Warna produk sangat eye catching


Pink, hijau, biru, dan silver membuat visual terasa playful.


Ini sesuai dengan karakter Milk Makeup yang fun, bold, dan giftable.


e. Packaged sets terlihat jelas


Produk dalam box dan set terlihat sebagai hadiah siap beli.


Ini penting karena gifting product akan lebih kuat kalau packaging-nya terlihat presentable, bukan hanya produk satuan.


2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Sosial

Creative ini masuk ke CEP Situasi Sosial.


Konteksnya adalah saat audiens butuh hadiah untuk teman, saudara, rekan kerja, atau diri sendiri saat holiday season.


Produk masuk sebagai opsi gift yang fun, populer, dan mudah dipilih.


Angle: Fear of Missing Out

Angle yang dipakai adalah Fear of Missing Out.


Kalimat “before they fly off shelves” membuat audiens merasa gift set ini bisa cepat habis, apalagi karena disebut top hits dan hot deals.


Hook: Gifting Hook

Hook-nya termasuk Gifting Hook.


“Gifts that go off” langsung memosisikan produk sebagai hadiah yang menyenangkan dan layak diburu.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING


A. Pakai bahasa gifting yang lebih hidup


Contoh:


• “Hadiah yang nggak bakal terasa asal pilih.”

• “Gift set yang langsung bikin dia senyum.”

• “Produk favorit, harga holiday, stok terbatas.”

• “Hadiah kecil yang efeknya besar.”


B. Tampilkan produk seperti display gift shelf


Visual yang bisa dipakai:


• rak penuh gift set• box hadiah berjajar

• tangan mengambil produk dari shelf

• flatlay beberapa bundle

• “top picks” dengan label kecil

• mini size dan full size dalam satu frame


C. Gabungkan best seller dan urgency


Contoh:


• “Best seller gifts, sebelum sold out.”

• “Top picks yang biasanya cepat habis.”

• “Hot deals untuk hadiah akhir tahun.”

• “Gift set favorit sudah ready, tapi jangan tunggu lama.”


D. Cocok untuk produk beauty giftable


Format ini cocok untuk:


• lip set• mini skincare

• body care bundle

• perfume discovery set

• makeup kit

• nail set

• travel size beauty

• holiday exclusive bundle


CREATIVE 02

Mott & Bow
Mott & Bow Download


1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini


a. Hook langsung menargetkan pain gifting


Kalimat:


“Gift-shopping for men making your head hurt?”


Ini sangat relatable.


Banyak orang merasa belanja hadiah untuk pria itu sulit. Takut salah ukuran, salah model, terlalu personal, atau tidak kepakai.


Creative ini langsung masuk ke kebingungan itu.


b. Produk diposisikan sebagai ide hadiah yang aman


“Mott & Bow tees are the best idea”


Ini simple dan jelas.


Kaos basic memang termasuk hadiah yang lebih aman karena mudah dipakai, tidak terlalu berisiko, dan cocok untuk banyak gaya.


c. Benefit callout menjawab objection pembeli


Ada beberapa poin:


 • luxuriously soft fabric won’t pill or shrink • accentuates shoulders and biceps • 20+ colors, crew and v-neck options


Ini bagus karena menjawab pertanyaan penting:


 Bahannya enak nggak? Tahan lama nggak? Fit-nya bagus nggak? Pilihannya banyak nggak?


Untuk gifting pria, detail seperti ini membantu pembeli merasa lebih yakin.


d. Model menunjukkan fit produk


Kaos dipakai langsung oleh model, bukan hanya flatlay.


Ini penting karena clothing gift harus terlihat fit-nya. Audiens bisa membayangkan kaos ini dipakai oleh pasangan, saudara, ayah, atau teman pria.


e. Tone visual clean dan maskulin


Background hijau olive, kaos hitam, dan layout callout membuat creative terasa mature, praktis, dan tidak terlalu ramai.


Ini cocok untuk menswear essentials.


2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Sosial

Creative ini masuk ke CEP Situasi Sosial.


Konteksnya adalah saat seseorang sedang mencari hadiah untuk pria dan merasa bingung harus beli apa yang aman, bagus, dan kepakai.


Produk masuk sebagai hadiah basic yang tetap terasa premium.


Angle: Bebas Cemas

Angle yang dipakai adalah Bebas Cemas.


Creative ini mengurangi kecemasan salah pilih. Kaos dibuat terasa sebagai opsi hadiah yang aman karena bahannya nyaman, fit-nya bagus, dan pilihannya banyak.


Hook: Problem Callout Hook

Hook-nya termasuk Problem Callout Hook.


“Gift-shopping for men making your head hurt?” langsung menyebut rasa bingung audiens.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING


A. Mulai dari pain “bingung cari hadiah”


Contoh:


• “Bingung cari hadiah buat cowok?”

• “Kalau dia bilang ‘terserah’, beliin yang pasti kepakai.”

• “Hadiah aman buat pria yang susah dibelikan hadiah.”

• “Kaos basic, tapi fit dan bahannya nggak basic.”


B. Tunjukkan alasan kenapa produk aman dijadikan gift


Contoh:


• “bahan lembut”

• “fit rapi”

• “warna netral”

• “bisa dipakai harian”

• “pilihan ukuran lengkap”

• “tidak mudah melar”

• “cocok untuk kerja santai dan weekend”


C. Visual callout harus menunjuk ke bagian produk


Untuk fashion, callout bisa menunjuk ke:


• bahu

• lengan

• kerah

• bahan

• jahitan

• panjang baju

• pilihan warna


D. Cocok untuk gifting fashion pria


Format ini cocok untuk:


• kaos premium

• polo shirt

• hoodie

• celana chino

• boxer premium

• socks bundle

• belt

• wallet

• parfum pria


CREATIVE 03

Hommey
Hommey Download


1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini


a. Visual collage langsung menjual mood


Creative ini menampilkan robe dalam banyak situasi:


dipakai santai di kasur. dipakai setelah mandi. dipakai sambil rebahan. ditampilkan sebagai produk lipat. dipakai oleh beberapa tipe orang.


Ini bagus karena robe adalah produk experience. Audiens harus bisa membayangkan rasa nyamannya.


b. Search bar membuat pesan terasa seperti discovery


“Perfect Gift for Homebodies”


Format search bar membuat creative terasa seperti jawaban dari pencarian hadiah.


Ini pintar karena banyak orang memang mencari ide hadiah berdasarkan tipe orang:


 gift for homebody. gift for mom. gift for girlfriend. gift for someone who loves cozy things.


c. Target recipient sangat jelas


Kata “Homebodies” langsung membuat audiens tahu untuk siapa hadiah ini cocok.


Ini membuat produk terasa lebih mudah dipilih karena target penerimanya spesifik.


d. Produk terlihat nyaman dan premium


Robe pink burgundy dengan tekstur tebal dan visual kamar yang warm membuat produk terasa cozy.


Ini cocok untuk gifting karena orang ingin memberi hadiah yang terasa thoughtful, bukan sekadar barang.


e. Banyak model memberi rasa inklusif


Creative menampilkan beberapa orang dengan usia dan look berbeda.


Ini membuat robe terasa cocok untuk banyak penerima, bukan hanya satu tipe orang.


2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Sosial

Creative ini masuk ke CEP Situasi Sosial.


Konteksnya adalah saat audiens mencari hadiah untuk orang yang suka di rumah, suka comfort, suka self care, atau ingin sesuatu yang dipakai saat santai.


Produk masuk sebagai hadiah yang nyaman dan thoughtful.


Angle: Nikmat Hidup

Angle yang dipakai adalah Nikmat Hidup.


Robe dijual sebagai pengalaman cozy, santai, dan menikmati waktu di rumah.


Bukan cuma pakaian rumah. Tapi rasa nyaman yang dipakai berulang.


Hook: Search Intent Hook

Hook-nya termasuk Search Intent Hook.


“Perfect Gift for Homebodies” terasa seperti kata kunci pencarian yang langsung menjawab kebutuhan gifting.


IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING


A. Pakai format search bar untuk gifting


Contoh:


• “Perfect gift for homebodies.”

• “Hadiah untuk dia yang suka rebahan.”

• “Best gift for cozy nights.”

• “Hadiah aman untuk yang suka self care.”

• “Gift idea for someone who has everything.”


B. Tampilkan produk dalam banyak momen pemakaian


Untuk robe atau home product, tampilkan:


• setelah mandi

• pagi hari dengan kopi

• rebahan di kasur

• skincare routine

• produk dilipat seperti gift

• orang tersenyum saat memakai


C. Jual frekuensi penggunaan


Contoh:


• “Hadiah yang dipakai tiap pagi.”

• “Hadiah yang menemani malam santai.”

• “Bukan hadiah yang cuma dibuka sekali.”

• “Robe yang bikin waktu di rumah terasa lebih enak.”


D. Cocok untuk cozy gifting


Format ini cocok untuk:


• robe

• blanket

• pajama set

• slippers

• candle

• bath towel

• body care

• tea set

• home fragrance

• pillow


Kesimpulan Besar dari 3 Creative


Ada 3 pola utama yang bisa kita ambil.


1. Milk Makeup: Beauty gift harus terasa fun, populer, dan cepat habis


Rak penuh produk membuat pilihan terasa banyak. Copy “top hits” dan “fly off shelves” memberi rasa urgency.


Untuk beauty gifting, tunjukkan best seller dan bundle siap hadiah.


2. Mott & Bow: Hadiah untuk pria harus mengurangi rasa bingung


Creative ini menang karena tidak hanya bilang “beli kaos”. Dia menjawab pain gifting untuk pria dan menunjukkan alasan kenapa kaos ini pilihan aman.


3. Hommey: Hadiah lifestyle kuat kalau target recipient-nya spesifik


“Homebodies” membuat pesan langsung tajam.


Daripada menjual robe untuk semua orang, creative ini menjual robe untuk orang yang suka nyaman di rumah.


Formula Testing yang Bisa Langsung Dipakai


Formula 1: Gifts That Go Off


“Gifts that [reaksi emosional].”


Contoh:


• “Gifts that go off.”

• “Hadiah yang langsung kepakai.”

• “Gift set yang nggak bakal nganggur.”

• “Hadiah kecil yang bikin dia excited.”


Formula 2: Gift Shopping Pain


“Gift-shopping for [target] making your head hurt?”


Contoh:


• “Gift-shopping for men making your head hurt?”

• “Bingung cari hadiah buat cowok?”

• “Cari hadiah buat ibu tapi takut salah pilih?”

• “Belanja hadiah buat teman kantor bikin pusing?”


Formula 3: Perfect Gift For


“Perfect gift for [tipe penerima].”


Contoh:


• “Perfect gift for homebodies.”

• “Hadiah buat dia yang suka di rumah.”

• “Perfect gift for skincare lovers.”

• “Hadiah aman buat coffee people.”

• “Gift idea for someone who loves cozy nights.”


Penutup


Dari 3 creative ini, pelajarannya jelas.


Milk Makeup menjual gift lewat hype dan scarcity.Mott & Bow menjual gift lewat problem solving.Hommey menjual gift lewat search intent dan lifestyle mood.


Kalau diterapkan ke brand lokal:


Untuk beauty gifting, tampilkan bundle dan best seller.Untuk hadiah pria, mulai dari rasa bingung pembeli.Untuk home lifestyle, sebut tipe penerima hadiah dengan spesifik


___________________________________________________________________


Terima kasih sudah menyimak!


Kalau email member@klinikmarketing.id masih ada di folder spam / promosi, silahkan pindahkan ke folder primary / utama yaa! Supaya tidak tertinggal Newsletter seperti ini.