CREATIVE INSIGHT #031
Hi!
Kali ini kita akan bahas Tiga creative menarik karena sama-sama memakai format yang cepat dipahami.
Kali ini kita akan bahas Tiga creative menarik karena sama-sama memakai format yang cepat dipahami.
UKLash memakai visual yang sangat dekat dengan momen penggunaan produk.
Who Gives A Crap memakai perbandingan value yang playful.
Boll & Branch memakai alasan trust untuk produk rumah yang dekat dengan keluarga.
Who Gives A Crap memakai perbandingan value yang playful.
Boll & Branch memakai alasan trust untuk produk rumah yang dekat dengan keluarga.
Masing-masing punya cara sendiri untuk membuat produk terasa relevan tanpa harus menjelaskan terlalu panjang.
CREATIVE 1
1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini
a. Visual langsung menunjukkan benefit utama
Creative ini memakai close up mata dengan aplikator di area lash line.
Ini sangat efektif untuk produk eyelash serum karena audiens langsung paham:
“Produk ini dipakai di dekat bulu mata.”
“Produk ini dipakai di dekat bulu mata.”
Tidak perlu banyak teks. Visual sudah menjelaskan cara pakai, area pemakaian, dan hasil yang diinginkan.
b. Overlay UI membuat creative terasa fresh
Elemen seperti menu komputer dengan pilihan:
“Perfect lashes”
“Perfect lashes”
membuat iklan ini terasa seperti pattern break.
Biasanya beauty ads menampilkan before after, wajah model, atau packshot. Creative ini memakai bahasa visual digital, seolah audiens sedang memilih setting untuk tampilan wajahnya.
Biasanya beauty ads menampilkan before after, wajah model, atau packshot. Creative ini memakai bahasa visual digital, seolah audiens sedang memilih setting untuk tampilan wajahnya.
Ini membuat produk terasa fun dan modern.
c. Hook-nya menjual aspirasi dengan cara ringan
“Perfect lashes” tidak terdengar seperti klaim medis. Rasanya lebih seperti pilihan beauty mode.
Ini menarik karena audiens beauty suka ide personalisasi:
mau lashes lebih panjang, lebih lentik, lebih rapi, lebih terlihat tanpa effort berlebihan.
mau lashes lebih panjang, lebih lentik, lebih rapi, lebih terlihat tanpa effort berlebihan.
d. Produk tidak harus terlihat besar untuk tetap kuat
Walaupun packshot tidak dominan, momen penggunaan sangat jelas.
Untuk produk beauty treatment seperti lash serum, brow serum, atau eyeliner, close up application bisa lebih kuat daripada foto botol.
2. Dari sisi strategi copywriting
CEP: Situasi Aspirasi Diri
Creative ini masuk ke CEP Situasi Aspirasi Diri.
Konteksnya adalah saat audiens ingin tampilan mata yang lebih hidup, bulu mata lebih terlihat, dan wajah terasa lebih fresh tanpa harus selalu pakai extension atau makeup tebal.
Produk masuk ke keinginan kecil yang sering muncul saat melihat cermin atau saat makeup.
Angle: Makin Menarik
Angle yang dipakai adalah Makin Menarik.
Produk dijual sebagai cara untuk membuat area mata terlihat lebih cantik dan polished.
Bukan sekadar serum. Tapi jalan menuju tampilan lashes yang lebih ideal.
Angle yang dipakai adalah Makin Menarik.
Produk dijual sebagai cara untuk membuat area mata terlihat lebih cantik dan polished.
Bukan sekadar serum. Tapi jalan menuju tampilan lashes yang lebih ideal.
Hook: Pattern Break
Hook-nya termasuk Pattern Break.
UI menu dengan opsi “Perfect lashes” membuat orang berhenti karena visualnya tidak seperti beauty ad biasa.
Hook-nya termasuk Pattern Break.
UI menu dengan opsi “Perfect lashes” membuat orang berhenti karena visualnya tidak seperti beauty ad biasa.
IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING
A. Pakai visual “setting menu” untuk beauty outcome
Contoh adaptasi:
• pilih setting: glowing skin
• pilih setting: smooth hair
• pilih setting: fresh lips
• pilih setting: neat brows
• pilih setting: no frizz day
• pilih setting: glowing skin
• pilih setting: smooth hair
• pilih setting: fresh lips
• pilih setting: neat brows
• pilih setting: no frizz day
B. Buat outcome terasa seperti pilihan sederhana
Contoh copy:
• “Klik setting: bulu mata lebih terlihat.”
• “Pilih mode: lashes rapi setiap hari.”
• “Display setting: mata lebih fresh.”
• “Personalize: alis lebih rapi, wajah lebih hidup.”
C. Tampilkan produk saat dipakai
Cocok untuk:
• lash serum
• brow serum
• eyeliner
• lip serum
• concealer
• mascara
• skincare spot treatment
• lash serum
• brow serum
• eyeliner
• lip serum
• concealer
• mascara
• skincare spot treatment
Format visual:
• close up area wajah
• aplikator terlihat
• tekstur produk terlihat
• overlay benefit singkat
• aplikator terlihat
• tekstur produk terlihat
• overlay benefit singkat
D. Jangan terlalu banyak klaim
Untuk produk lash serum, lebih aman dan natural kalau copy tidak terlalu lebay.
Contoh:
• “Bantu rawat bulu mata dari akar.”
• “Routine kecil untuk lashes yang terlihat lebih sehat.”
• “Dipakai tipis, rutin tiap malam.”
• “Bulu mata juga butuh dirawat, bukan cuma ditutup mascara.”
• “Bantu rawat bulu mata dari akar.”
• “Routine kecil untuk lashes yang terlihat lebih sehat.”
• “Dipakai tipis, rutin tiap malam.”
• “Bulu mata juga butuh dirawat, bukan cuma ditutup mascara.”
CREATIVE 2
1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini
a. Headline langsung membuat value mudah dipahami
Kalimat:
“3-ply quality on a 2-ply budget”
Ini kuat karena langsung membandingkan kualitas dan harga.
“3-ply quality on a 2-ply budget”
Ini kuat karena langsung membandingkan kualitas dan harga.
Audiens langsung menangkap pesan:
“Dapat kualitas lebih bagus, tapi tetap hemat.”
“Dapat kualitas lebih bagus, tapi tetap hemat.”
Untuk produk rumah tangga seperti tissue toilet, value for money adalah alasan pembelian yang besar.
b. Visualnya playful dan mudah diingat
Warna biru dan hijau yang kontras, typography rounded, dan pack dengan pola polkadot membuat produk terasa fun.
Kategori toilet paper biasanya membosankan. Creative ini membuatnya terasa lebih ringan dan punya karakter brand.
c. Benefit callout langsung menjawab dua kebutuhan utama
Ada dua callout penting:
“Up to 23% cheaper than Quilton”
“Up to 23% cheaper than Quilton”
dan
“Soft 100% bamboo”
Ini pintar karena menggabungkan rational benefit dan sensory benefit.
Audiens dapat alasan hemat sekaligus alasan nyaman.
Ini pintar karena menggabungkan rational benefit dan sensory benefit.
Audiens dapat alasan hemat sekaligus alasan nyaman.
d. Comparison terhadap kompetitor memperkuat positioning
Menyebut lebih murah dari Quilton membuat value-nya terasa lebih konkret.
Bukan hanya “affordable”, tapi dibandingkan dengan brand yang sudah dikenal.
e. Footnote memberi kesan credible
Ada catatan harga berdasarkan box dan tanggal.
Ini membuat klaim terasa lebih serius, tidak asal tempel angka.
2. Dari sisi strategi copywriting
CEP: Situasi Fungsional / Praktis
Creative ini masuk ke CEP Situasi Fungsional / Praktis.
Konteksnya adalah saat orang belanja kebutuhan rumah dan ingin produk yang tetap nyaman dipakai, tapi tidak bikin budget rumah tangga membengkak.
Produk masuk ke kebutuhan harian yang dibeli berulang.
Angle: Puas Maksimal
Angle yang dipakai adalah Puas Maksimal
Audiens diajak merasa dapat deal yang enak: kualitas 3-ply, harga seperti 2-ply, bahan bamboo yang soft.
Jadi bukan cuma hemat. Tapi hemat yang tetap terasa nyaman.
Hook: High Contrast
Hook-nya termasuk High Contrast.
“3-ply quality” dan “2-ply budget” menciptakan kontras yang cepat dipahami.
Ini cocok untuk produk yang ingin menunjukkan value lebih tinggi dengan harga lebih masuk akal.
Hook-nya termasuk High Contrast.
“3-ply quality” dan “2-ply budget” menciptakan kontras yang cepat dipahami.
Ini cocok untuk produk yang ingin menunjukkan value lebih tinggi dengan harga lebih masuk akal.
IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING
A. Pakai format kualitas tinggi, budget rendah
Contoh:
• “Premium feel, daily price.”
• “Salon result on a home budget.”
• “Hotel-soft towel, everyday price.”
• “Kualitas premium, harga tetap waras.”
• “Rasa mahal, budget harian.”
• “Premium feel, daily price.”
• “Salon result on a home budget.”
• “Hotel-soft towel, everyday price.”
• “Kualitas premium, harga tetap waras.”
• “Rasa mahal, budget harian.”
B. Gunakan comparison yang konkret
Contoh:
• “Lebih hemat sampai 20% dari brand X.”
• “Isi lebih banyak, harga lebih ringan.”
• “Lebih lembut, tetap lebih hemat.”
• “Kualitas naik, budget tetap aman.”
• “Lebih hemat sampai 20% dari brand X.”
• “Isi lebih banyak, harga lebih ringan.”
• “Lebih lembut, tetap lebih hemat.”
• “Kualitas naik, budget tetap aman.”
C. Gabungkan rational dan emotional benefit
Untuk produk household, jangan hanya jual murah.
Gabungkan:
• harga lebih hemat
• tekstur lebih nyaman
• bahan lebih aman
• tahan lebih lama
• lebih ramah lingkungan
• harga lebih hemat
• tekstur lebih nyaman
• bahan lebih aman
• tahan lebih lama
• lebih ramah lingkungan
Contoh:
• “Lebih hemat buat stok bulanan, tetap lembut dipakai harian.”
• “Bamboo soft feel, tanpa rasa boros.”
• “Kebutuhan rumah yang kualitasnya terasa, harganya tetap masuk.”
• “Lebih hemat buat stok bulanan, tetap lembut dipakai harian.”
• “Bamboo soft feel, tanpa rasa boros.”
• “Kebutuhan rumah yang kualitasnya terasa, harganya tetap masuk.”
D. Visual boleh lebih playful untuk kategori boring
Kategori seperti tissue, sabun cuci, lap, pewangi ruangan, atau kantong sampah bisa terlihat membosankan kalau visualnya terlalu literal.
Creative seperti ini menunjukkan bahwa produk basic bisa tetap punya personality.
CREATIVE 3
1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini
a. Headline berbasis alasan membuat creative terasa edukatif
Kalimat:
“5 Reasons Parents Trust Boll & Branch”
“5 Reasons Parents Trust Boll & Branch”
Ini langsung memberi struktur.
Audiens tahu creative ini akan memberi alasan, bukan sekadar klaim.
Audiens tahu creative ini akan memberi alasan, bukan sekadar klaim.
Untuk produk bedding premium, ini bagus karena audiens perlu alasan rasional sebelum merasa layak membeli.
b. Target audience disebut jelas
Kata “Parents” membuat creative terasa lebih spesifik.
Bedding tidak dijual ke semua orang. Di sini, fokusnya adalah orang tua yang peduli bahan, kenyamanan, keamanan, dan kualitas tidur keluarga.
Ini membuat pesan lebih tajam.
c. Benefit callout menjawab kekhawatiran orang tua
Poin yang ditampilkan:
• 100% Organic Cotton
• Gets Better In The Wash
• Made Free From Toxins
• Softer & Gentler On Skin
• Woven For Breathability
• 100% Organic Cotton
• Gets Better In The Wash
• Made Free From Toxins
• Softer & Gentler On Skin
• Woven For Breathability
Ini semua relevan untuk parents.
Orang tua tidak hanya bertanya apakah seprai terlihat bagus. Mereka juga memikirkan bahan, keamanan, kulit anak, dan kenyamanan tidur.
d. Visual kamar terasa calm dan premium
Warna beige, bedding rapi, pencahayaan lembut, dan bunga kecil membuat visual terasa aman, bersih, dan homey.
Ini mendukung positioning premium tanpa perlu terlihat terlalu mewah.
e. Format checklist membuat benefit cepat diproses
Setiap benefit ditampilkan seperti label checklist.
Ini membantu audiens membaca cepat sambil tetap melihat produk utama.
Ini membantu audiens membaca cepat sambil tetap melihat produk utama.
2. Dari sisi strategi copywriting
CEP: Situasi Melindungi Keluarga
Creative ini masuk ke CEP Situasi Melindungi Keluarga.
Konteksnya adalah saat orang tua ingin memilih produk rumah yang aman, nyaman, dan baik untuk keluarga, terutama untuk kulit dan kualitas tidur.
Produk tidak hanya dijual sebagai bedding, tapi sebagai pilihan yang lebih tenang untuk rumah.
Angle: Perlindungan Orang Tersayang
Angle yang dipakai adalah Perlindungan Orang Tersayang.
Benefit seperti toxin free, gentle on skin, organic cotton, dan breathability membuat produk terasa seperti pilihan yang menjaga kenyamanan keluarga.
Angle yang dipakai adalah Perlindungan Orang Tersayang.
Benefit seperti toxin free, gentle on skin, organic cotton, dan breathability membuat produk terasa seperti pilihan yang menjaga kenyamanan keluarga.
Hook: X Reasons
Hook-nya termasuk X Reasons.
“5 Reasons Parents Trust...” membuat audiens merasa ada daftar alasan yang layak dibaca.
Ini cocok untuk produk premium yang butuh edukasi dan trust.
Hook-nya termasuk X Reasons.
“5 Reasons Parents Trust...” membuat audiens merasa ada daftar alasan yang layak dibaca.
Ini cocok untuk produk premium yang butuh edukasi dan trust.
IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING
A. Pakai format “alasan kenapa dipercaya”
Contoh:
• “5 alasan ibu pilih produk ini.”
• “4 alasan kulit sensitif cocok pakai ini.”
• “6 alasan produk ini jadi pilihan keluarga.”
• “5 alasan rumah terasa lebih nyaman dengan ini.”
• “5 alasan ibu pilih produk ini.”
• “4 alasan kulit sensitif cocok pakai ini.”
• “6 alasan produk ini jadi pilihan keluarga.”
• “5 alasan rumah terasa lebih nyaman dengan ini.”
B. Target audience harus spesifik
Daripada:
“5 reasons people trust us.”
“5 reasons people trust us.”
Lebih kuat:
• “5 reasons parents trust us.”
• “5 reasons moms choose this.”
• “5 reasons sensitive skin users love this.”
• “5 reasons busy families keep repurchasing.”
• “5 reasons parents trust us.”
• “5 reasons moms choose this.”
• “5 reasons sensitive skin users love this.”
• “5 reasons busy families keep repurchasing.”
C. Pilih benefit yang sesuai dengan kekhawatiran audiens
Untuk parents:
• aman untuk kulit
• bebas bahan keras
• lembut
• breathable
• mudah dicuci
• tahan lama
• aman untuk kulit
• bebas bahan keras
• lembut
• breathable
• mudah dicuci
• tahan lama
Untuk beauty:
• gentle untuk skin barrier
• tidak lengket
• cocok untuk kulit sensitif
• mudah dipakai rutin
• hasil terlihat natural
• gentle untuk skin barrier
• tidak lengket
• cocok untuk kulit sensitif
• mudah dipakai rutin
• hasil terlihat natural
Untuk fashion:
• bahan adem
• tidak mudah kusut
• mudah dipadukan
• jahitan rapi
• nyaman dipakai lama
• bahan adem
• tidak mudah kusut
• mudah dipadukan
• jahitan rapi
• nyaman dipakai lama
D. Pakai visual yang memberi rasa aman
Untuk produk keluarga atau home lifestyle, visual jangan terlalu ramai.
Lebih kuat kalau:
• clean
• warm
• soft lighting
• warna netral
• tekstur produk terlihat
• suasana rumah terasa nyata
Untuk produk keluarga atau home lifestyle, visual jangan terlalu ramai.
Lebih kuat kalau:
• clean
• warm
• soft lighting
• warna netral
• tekstur produk terlihat
• suasana rumah terasa nyata
Kesimpulan Besar dari 3 Creative
Ada 3 pola utama yang bisa kita ambil.
1. UKLash: Beauty creative bisa menang lewat pattern break
Produk lash serum sangat familiar, tapi overlay UI membuatnya terasa baru.
Untuk beauty, jangan selalu pakai format before after. Kadang cukup ubah cara membingkai outcome agar orang berhenti scroll.
Untuk beauty, jangan selalu pakai format before after. Kadang cukup ubah cara membingkai outcome agar orang berhenti scroll.
2. Who Gives A Crap: Produk basic harus punya value framing yang tajam
Toilet paper adalah produk harian, tapi creative ini membuatnya punya alasan kuat untuk dipilih:
kualitas lebih tinggi, budget lebih rendah, bahan lebih nyaman.
kualitas lebih tinggi, budget lebih rendah, bahan lebih nyaman.
Untuk produk basic, value harus cepat kebaca.
3. Boll & Branch: Produk premium perlu alasan trust yang spesifik
Bedding premium tidak cukup dijual dengan kata “nyaman”.
Creative ini membuat kenyamanan terasa lebih credible lewat alasan yang dekat dengan kebutuhan parents.
Formula Testing yang Bisa Langsung Dipakai
Formula 1: Beauty Setting Menu
“Pilih setting: [hasil beauty].”
Contoh:
• “Pilih setting: perfect lashes.”
• “Pilih setting: alis lebih rapi.”
• “Pilih setting: kulit lebih fresh.”
• “Pilih setting: rambut anti megar.”
• “Pilih setting: perfect lashes.”
• “Pilih setting: alis lebih rapi.”
• “Pilih setting: kulit lebih fresh.”
• “Pilih setting: rambut anti megar.”
Formula 2: High Quality, Lower Budget
“[Kualitas tinggi] on a [budget lebih ringan].”
“[Kualitas tinggi] on a [budget lebih ringan].”
Contoh:
• “3-ply quality on a 2-ply budget.”
• “Salon look on a home budget.”
• “Premium comfort on a daily budget.”
• “Kualitas hotel, budget rumah.”
• “3-ply quality on a 2-ply budget.”
• “Salon look on a home budget.”
• “Premium comfort on a daily budget.”
• “Kualitas hotel, budget rumah.”
Formula 3: X Reasons Trust
“[Angka] reasons [target audience] trust [brand/product].”
“[Angka] reasons [target audience] trust [brand/product].”
Contoh:
• “5 alasan parents trust produk ini.”
• “4 alasan kulit sensitif pilih serum ini.”
• “6 alasan produk ini cocok untuk keluarga.”
• “5 alasan customer repeat order terus.”
• “5 alasan parents trust produk ini.”
• “4 alasan kulit sensitif pilih serum ini.”
• “6 alasan produk ini cocok untuk keluarga.”
• “5 alasan customer repeat order terus.”
Penutup
Dari 3 creative ini, pelajarannya cukup praktis.
UKLash menjual hasil beauty lewat visual yang beda.
Who Gives A Crap menjual value lewat kontras yang gampang dipahami.
Boll & Branch menjual trust lewat alasan yang spesifik.
Who Gives A Crap menjual value lewat kontras yang gampang dipahami.
Boll & Branch menjual trust lewat alasan yang spesifik.
Kalau diterapkan ke brand lokal, ambil logikanya.
Untuk beauty, buat outcome terasa mudah dipilih.
Untuk household, buat value terasa jelas.
Untuk home premium, beri alasan trust yang dekat dengan kehidupan keluarga.
____________________________________________________________________
Terima kasih sudah menyimak!
Kalau email member@klinikmarketing.id masih ada di folder spam / promosi, silahkan pindahkan ke folder primary / utama yaa! Supaya tidak tertinggal Newsletter seperti ini.