Creative Insight #001

Hebbie Agus Kurnia Last updated 
Hi!

Kali ini kita akan ada 3 ads creative winning yang dia sudah berjalan iklannya kurang lebih 3 bulanan tanpa diganti. Kita akan bedah ya.

Sengaja, kita ambil sample dari luar negeri supaya para member Klinik Marketing bisa terapkan di market lokal + looking fresh!

Creative 01

Carnivore snax.jpeg
Carnivore snax.jpeg Download


1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini?


a. Pesan sangat jelas.

Claim seperti “Real Meat. 0 sugar. 0 junk. ALL PROTEIN.” langsung to the point. Ini tipe Big Claim dan efektif banget untuk produk fast moving.

b. Product proof kuat.

Kelihatan tangan memegang potongan daging plus packaging di bawahnya. Ini bikin viewer langsung percaya bahwa ini real meat snack, bukan sekadar klaim.

c. Lifestyle positioning tepat.
Setting outdoor mendukung konteks “snack on the go”. Ini masuk ke CEP kategori Situasi Lingkungan dan Situasi Fungsional / Praktis.

d. Visual hierarchy oke.

Teks putih di background gelap gampang ditangkap saat scroll cepat.


2. Dari sisi strategi copywriting


Untuk produknya, iklan ini sebenarnya memakai pola:
  • CEP: Situasi Fungsional / Praktis (butuh snack cepet yang sehat) + Situasi Lingkungan (lagi outdoor) 
  • Angle: Kenikmatan Instan (snack cepat, high protein) & Lebih Unggul (dibanding junk snacks lain) 
  • Hook: Big Claim (0 sugar, 0 junk, all protein) 
Semua ini sudah relevan, tapi belum memaksimalkan sisi emotional dan social proof. Bisa diperkuat supaya lebih menggugah, bukan cuma informatif.

IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING

  • Setiap varian produk harus menjawab: “Dipakai kapan agar hidup lebih gampang?”
    Contoh penerapan (universal):
    • Skincare varian calming: “dipakai saat kulit lagi rewel tapi kamu harus buru-buru”.
    • Snack varian ringan: “buat ngisi tenaga saat aktivitas super padat”.
    • Fashion varian basic: “outfit yang tinggal pakai tanpa mikir”.
    • Digital product: “kerja lebih cepat tanpa ribet”.
  • Tonjolkan apa yang terasa langsung dalam beberapa detik pertama pemakaian.
    Contoh penerapan (universal):
    • Minuman dingin: “segernya langsung nyetrum”.
    • Parfum light fresh: “langsung bikin mood cerah”.
    • Outfit comfy: “langsung enak dipakai dari pertama kali masuk badan”.
    • App/tool: “hasil langsung ketahuan tanpa setup rumit”.
  • Formula universal:
     “1 kalimat pendek yang menonjolkan kelebihan paling terasa dari varian tersebut.”
    Contoh yang bisa masuk ke produk apa pun:
    • “Hidrasi yang kerasa dalam 10 detik.”
    • “Rasa paling ringan untuk aktivitas padat.”
    • “Cut paling nyaman dipakai seharian.”
    • “Tekstur yang langsung nge-blend tanpa effort.”
    • “Wangi yang muncul dalam 1 semprotan.”

Creative 02

pants birddogs.jpeg
pants birddogs.jpeg Download


1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini?


a. Iklan ini membangun
identity conflict
Kalimat “Tech pants for sweats guy living in a pants world” bekerja karena menyerang konflik identitas: orang yang sebenarnya nyaman pakai sweatpants tapi dipaksa society untuk tampil rapi.

Iklan jarang memainkan konflik identitas, dan ini membuat pesan terasa personal tanpa harus menyebut “you”.

b. Tone of voice sangat
self-aware
Brand tidak sok jualan. Ia mengakui masalah yang “konyol tapi nyata”:
“Bro, lo tuh sweatpants guy… tapi dunia menuntut sebaliknya.”

Self-awareness kayak gini bikin brand terasa manusiawi dan relatable.

c. Visualnya berfungsi sebagai trust trigger, bukan hanya katalog
Lining celana berjajar secara rapi dan simetris menciptakan persepsi:
  • konsistensi
  • kualitas
  • premium feel
  • variasi pilihan
Ini bukan sekadar memamerkan warna, tapi memberi sinyal “produk ini tidak dibuat asal-asalan”.

Kontras dengan industri celana yang biasanya formal dan kaku. Iklan ini jadi punya brand personality yang kuat hanya dari elemen kecil.

2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Aspirasi Diri
Bukan sekadar praktis. Ini tentang orang yang ingin nyaman tanpa terlihat sloppy.
Ini motivasi yang lebih emosional dan ego-based (lebih dalam dari CEP Fungsional).

Angle: Makin Menarik (Daya Tarik Sosial)
Celana yang nyaman itu fungsional. Celana yang nyaman tapi tetap rapi itu sosial.
Ini mengaktifkan dorongan manusia untuk terlihat baik tanpa usaha ekstra.

Hook: Call Out Persona
Hook-nya kuat karena memakai archetype: “sweats guy”

Ini membuat audiens merasa terlihat oleh brand. Brand “mengerti” mereka.

Tapi hook ini dapat diperkuat dengan:
  • pain explicit
  • context
  • proof
  • or humor layering

IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING 


A. Pakai pola
Identity Framing
Sama seperti “sweats guy”, setiap varian bisa diposisikan lewat identitas.

Contoh universal:
  • Skincare: “glass-skin girl trapped in a dull-skin world.”
  • Parfum: “fresh-scent guy in a sweaty city.”
  • Snack: “healthy eater in a junk food office.”
  • Digital tools: “organized brain in a chaotic workspace.”
  • Fashion: “comfort-first person in a style-first world.”
Identity framing bikin produk lebih personal dan relatable.

B. Tonjolkan
tension, bukan fitur

Setiap varian punya konflik yang bisa dimainkan.

Contoh universal:
  • “Pengin wangi kuat tapi ga mau nusuk.”
  • “Pengin glowing tapi ga mau lengket.”
  • “Pengin kenyang tapi ga mau guilty.”
  • “Pengin jalan tapi ga mau lecet.”
Tension membuat otak merasa “gue banget”.

C. Hook bukan cuma klaim, tapi labeling archetype

Daripada Big Claim yang biasa, tes hook seperti:
  • “For the guy who hates stiff pants.”
  • “For the girl who refuses cakey foundation.”
  • “For the eater who wants clean snacks without suffering.”
  • “For the runner who hates heavy shoes.”
Hook berbasis labeling membuat audiens merasa dipanggil secara psikologis.



Creative 03

True Classic.mp4
True Classic.mp4 Download


1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini?


A. Hook-nya langsung nendang dalam 3 detik pertama.
Video ini buka dengan perbandingan langsung antara kaos “brand lain” dan “True Classic”, split-screen sederhana tapi efektif banget.
Penonton langsung mikir:

“Oh iya, masalah gua tuh di fit kaosnya.”

Sisi kiri memperlihatkan problem yang semua cowok pernah rasain. Sisi kanan menunjukkan solusinya tanpa perlu banyak kata. Efeknya cepat banget untuk platform seperti TikTok / Reels.

B. Pesan utamanya fokus ke perubahan emosional, bukan fitur.
Semua kalimat yang muncul di video sebenarnya bukan ngomongin produk, tapi ngomongin perasaan setelah pakai produknya:
  • “They enhance his chest and arms”
  • “Hide his belly”
  • “He looks fitter than he is”
  • “She’ll think you started working out”
  • “They’re the only shirts he wears now”
Ini bikin produk terasa punya “kekuatan sosial” dan bukan cuma bahan bagus atau potongan rapi.

C. Gaya kreatifnya autentik, tidak terasa iklan.
Video ini pakai gaya konten buatan pengguna (UGC). Talent-nya terlihat casual, lighting natural, dan pacing cepat sehingga lebih mirip konten sehari-hari dibandingkan iklan brand besar. Itu bikin orang lebih gampang percaya.

2. Dari sisi strategi copywriting


CEP: Situasi Masalah / Frustrasi
Kaos yang tidak pas itu masalah klasik semua cowok. True Classic masuk persis di titik frustrasi ini → bikin orang langsung relate.

Angle: Transformasi Emosional + Makin Menarik
Video ini tidak jual “kaos bagus”, tapi jual rasa pede baru.
Itu jauh lebih kuat untuk kategori fashion pria.

Hook: Pattern Break + Perbandingan Langsung
Split-screen adalah cara paling cepat buat penonton memahami: “Ini masalahnya… ini solusinya… dalam 3 detik.”

Ini menjawab dua hal sekaligus: problem & proof.

IMPLEMENTASI UNTUK KITA TESTING 


A. Pakai pendekatan “Transformasi Visual Cepat”
Bukan cuma perbandingan, tapi tunjukkan perubahan nyata dalam hitungan detik.

Contoh universal:
  • Skincare: “kulit kusam → glowing dalam cahaya berbeda.”
  • Fashion: “baju lama bikin badan tenggelam → baju baru bikin proporsi lebih oke.”
  • Tools digital: “dashboard berantakan → dashboard rapi dalam satu klik.”

B. Perkuat “Labeling Persona” seperti True Classic
Mereka pakai narasi:
 “Ini kaos untuk cowok yang pengin keliatan lebih fit tanpa olahraga.”

Kamu bisa adaptasi untuk kategori lain:
  • Snack: “camilan buat orang yang pengin makan enak tapi tetap ngerasa ringan.”
  • Skincare: “serum buat kamu yang malas ribet tapi pengin hasil cepat.”
  • Fashion: “celana buat cowok yang pengin nyaman tapi tetap kelihatan rapi.”
C. Gunakan emotional micro-benefits, bukan fitur produk.
Contoh micro-benefits yang lebih manusiawi:
  • “Bikin lengan keliatan lebih kebentuk.”
  • “Ngurangin tampilan perut tanpa usaha.”
  • “Bikin kamu keliatan lebih rapi di 5 detik pertama ketemu orang.”
Ini tipe pesan yang gampang nempel kalau dalam perspektif iklan.



Terima kasih sudah menyimak!

Kalau email member@klinikmarketing.id masih ada di folder spam / promosi, silahkan pindahkan ke folder primary / utama yaa! Supaya tidak tertinggal Newsletter seperti ini.