Creative Insight #011
Hi!
Kali ini kita akan bedah 1 ads creative dari luar negeri, style nya simple tapi selling nya tajam.
Ini contoh iklan kolaborasi Ghost x Cinnabon, yang mainin 3 hal, headline gede yang langsung nancep, visual dessert yang bikin ngiler, sama angka nutrisi yang bikin tetap masuk akal buat yang lagi jaga makan.
Kenapa saya pilih contoh luar, karena angle nya masih fresh kalau dibawa ke market lokal, dan kita bisa contek pola kreatifnya tanpa harus plek ketiplek.
CREATIVE 01
1. Apa yang sudah bagus dari iklan ini?
a. Clarity cepat, pesan langsung kebaca.
Headline besar “HOT OUT THE OVEN” langsung menanamkan asosiasi, ini rasa bakery, baru mateng, masih hangat. Buat scroll stopper.
b. Visual fokus ke 1 hero product.
Jar di tengah, framing rapi, background bersih. Mata tidak nyasar, produk jadi bintang.
c. Brand trust numpang lewat kolaborasi.
Ada Ghost dan Cinnabon. Kolab gini otomatis ngasih sinyal, ini bukan rasa random, ada “rasa terkenal” yang dijadikan varian
d. Benefit implisit, taste first.
Mereka tidak jual “protein doang”, tapi jual sensasi dessert. Ini efektif buat orang yang suka protein tapi bosen rasa yang itu itu aja.
e. Angka nutrisi ditampilin.
Di label ada 110 calories dan 20g protein. Buat audiens fitness, ini mikro bukti yang bikin mereka pause dan mikir, oh aman juga buat harian.
Tambahan dari creative insights
f. Kontras warna kuat.
Turquoise background lawan merah tutup jar. Kombinasi ini “nendang” di feed.
g. Ada props yang bikin rasa kebayang.
Cinnabon box, cinnamon roll di piring. Ini bantu otak “nyium” rasa walau cuma lihat gambar.
Headline besar “HOT OUT THE OVEN” langsung menanamkan asosiasi, ini rasa bakery, baru mateng, masih hangat. Buat scroll stopper.
b. Visual fokus ke 1 hero product.
Jar di tengah, framing rapi, background bersih. Mata tidak nyasar, produk jadi bintang.
c. Brand trust numpang lewat kolaborasi.
Ada Ghost dan Cinnabon. Kolab gini otomatis ngasih sinyal, ini bukan rasa random, ada “rasa terkenal” yang dijadikan varian
d. Benefit implisit, taste first.
Mereka tidak jual “protein doang”, tapi jual sensasi dessert. Ini efektif buat orang yang suka protein tapi bosen rasa yang itu itu aja.
e. Angka nutrisi ditampilin.
Di label ada 110 calories dan 20g protein. Buat audiens fitness, ini mikro bukti yang bikin mereka pause dan mikir, oh aman juga buat harian.
Tambahan dari creative insights
f. Kontras warna kuat.
Turquoise background lawan merah tutup jar. Kombinasi ini “nendang” di feed.
g. Ada props yang bikin rasa kebayang.
Cinnabon box, cinnamon roll di piring. Ini bantu otak “nyium” rasa walau cuma lihat gambar.
2. Apa yang bisa diperbaiki?
CTA belum ada.
Orang sudah ngerti ini protein rasa Cinnabon, tapi next step nya apa, belum dituntun. Misal, “coba sekarang”, “cek varian”, “order di link”.
Target use case belum kebaca.
Ini cocok buat kapan, post workout, sarapan cepat, atau dessert shake malam. Kalau dikunci satu momen, niat beli biasanya naik.
Pesan “vegan” belum jadi highlight.
Ada tulisan VEGAN, tapi tidak dikasih konteks kenapa penting. Buat sebagian orang, vegan itu alasan beli. Buat yang lain, vegan itu pertanyaan soal rasa dan tekstur. Perlu dijawab halus.
Headline enak, tapi masih generic.
“Hot out the oven” memancing rasa, tapi belum ngomongin payoff yang lebih spesifik. Contoh arah, rasa cinnamon roll tanpa guilt, protein yang rasanya dessert.
Kurang dorongan pembeda versus whey biasa.
Kalau ini vegan protein, biasanya orang bandingin sama whey. Iklan ini belum “menangin” perbandingan itu.
3. Dari sisi strategi copywriting
- CEP (Category Entry Points)
-
Situasi Momen Rutinitas.
Abis gym, butuh minum cepat yang enak, bukan sekadar kewajiban. Ini konteks pemakaian paling naturalSituasi Masalah atau Frustrasi.
Capek minum protein yang rasanya bikin eneg, atau rasa vanilla coklat yang itu itu lagi
-
Situasi Emosional.
Lagi pengen manis, tapi pengen tetap “on track”. Ini cocok banget buat angle dessert taste.
-
Situasi Fungsional atau Praktis.
Butuh opsi cepat, tinggal shake, tapi tetap dapet protein
-
Angle
a. Kenikmatan Instan.
Dessert feel, rasa bakery, sekali teguk langsung kerasa.
b. Nikmat Hidup.
Protein yang bikin momen rutin jadi lebih enak
c. Bebas Cemas.
Kalori dan protein ditampilin, bantu rasa aman buat yang lagi ngatur asupan. -
Hook
Hook utama sekarang itu kategori.
Curiosity vibe lewat headline, dan “visual trigger” lewat props Cinnabon. Tapi kalau mau dibuat lebih iklan banget, bisa ditambah hook verbal yang lebih tajem.
3 opsi hook yang relevan untuk style iklan ini.
- Curiosity Gap.
“Kenapa rasa ini bikin orang lupa ini protein?” -
Big Claim.
“Protein rasa Cinnabon yang beneran mirip dessert.” -
Pain Amplification.
“Kalau kamu minum protein sambil nahan napas, kamu butuh ini.” - Implementasi untuk testing
Pertanyaan wajib tiap ads untuk produk ini.
“Kapan orang paling butuh rasa dessert, tapi tetap pengen makro aman?”
“Kapan orang paling butuh rasa dessert, tapi tetap pengen makro aman?”
Contoh konteks.
Abis workout dan pengen reward yang enak.
Lagi diet tapi kangen cinnamon roll.
Sarapan buru buru tapi pengen yang bikin mood naik.
Malam hari pengen sweet, tapi tidak mau kebablasan.
Abis workout dan pengen reward yang enak.
Lagi diet tapi kangen cinnamon roll.
Sarapan buru buru tapi pengen yang bikin mood naik.
Malam hari pengen sweet, tapi tidak mau kebablasan.
Kalimat benefit yang bisa dicoba.
“Rasa bakery, bukan rasa obat.”
“Dessert shake, tapi tetap dapet protein.”
“Buat yang bosan whey rasa itu itu.”
“Vegan, tapi tetap creamy.”
“Rasa bakery, bukan rasa obat.”
“Dessert shake, tapi tetap dapet protein.”
“Buat yang bosan whey rasa itu itu.”
“Vegan, tapi tetap creamy.”
___________________________________________________________
Terima kasih sudah menyimak.
Jika email dari member@klinikmarketing.id masih masuk ke folder Spam atau tab Promosi, silakan pindahkan email kami ke Primary supaya Creative Newsletter berikutnya tidak terlewat.