Creative Insight #006

Hebbie Agus Kurnia Last updated 

CREATIVE 01

Kali ini Kami hanya share studi kasus 1 jenis konten iklan saja tapi lebih mendalam. Mungkin kedepannya juga seperti itu. Menimbang dari masukkan kawan-kawan semua yang spesifik menyampaikan bahwa 1 konten dibedah mendalam, lebih mending dari pada banyak tapi kulit.

Kali ini Kami mengamati banyak iklan berseliweran di Meta & Tiktok Ads yang sifatnya testimoni natural. Seperti ini :
Blume.jpeg
Blume.jpeg Download


1. Konteks & Posisi Audiens


Iklan ini jelas menyasar audiens Problem Aware menuju Solution Aware.

Mereka:
  • Sudah sadar punya masalah jerawat.
  • Sudah frustrasi karena masalahnya berlangsung lama, bahkan bertahun-tahun.
  • Sudah coba berbagai solusi, tapi belum benar-benar selesai.
Ini penting, karena iklan tidak mengedukasi apa itu acne dari nol. Iklan langsung masuk ke emosi orang yang sudah capek mencoba.

2. Category Entry Point (CEP) yang Dipakai


CEP Utama: Situasi Masalah / Frustrasi

Konteksnya:
  • Jerawat di hidung yang tidak hilang selama 2 tahun.
  • Masalah “deep acne”, bukan sekadar permukaan.
  • Rasa frustrasi karena improvement tidak terlihat jelas.
Ini CEP yang sangat kuat di skincare, karena jerawat bukan cuma masalah fisik, tapi mental dan kepercayaan diri.

CEP Pendukung: Situasi Emosional
  • “I feel so confident knowing I’ll wake up with better skin.”
  • Ada rasa tenang, harapan, dan relief.

Artinya produk tidak hanya menjual kulit bersih, tapi rasa aman saat bangun tidur.

3. Angle Copywriting yang Dipakai


Angle Dominan: Bebas Cemas dan Makin Menarik

Bukan sekadar:
 “Jerawat hilang.”

Tapi:
  • Bangun tidur dengan kondisi kulit yang lebih baik.
  • Percaya diri karena tahu progresnya nyata.
  • Tidak lagi anxious menunggu jerawat muncul lagi.

Ini angle yang sangat sustain untuk jangka panjang, karena:

  • Tidak tergantung promo.
  • Tidak tergantung klaim ekstrem.
  • Relevan kapan pun orang punya masalah jerawat.

4. Hook yang Dipakai (Secara Implisit)


Menariknya, hook di iklan ini bukan dari headline promo, tapi dari kombinasi visual + testimoni.

Hook yang bekerja:
  • Before After real, tanpa lighting berlebihan.
  • Wajah merah, tekstur kulit terlihat jelas.
  • Tidak ada kesan “iklan skincare sempurna”.
Secara kategori hook, ini kuat di:
  • Before After.
  • Micro Proof.
  • Personal Story.
Otak audiens langsung bertanya:
 “Kalau jerawat 2 tahun bisa gone dalam 2 minggu, ini bukan produk biasa.”


5. Kenapa Screenshot Chat Itu Jenius


Ini bagian paling krusial.

Yang ditampilkan bukan:
  • Testimoni website.
  • Review e-commerce.
  • Influencer script.
Tapi:
  • Chat personal.
  • Bahasa natural.
  • Ada typo dan kalimat panjang.
  • Tidak terasa dijual.
Secara psikologis:
  • Ini terasa private, bukan marketing.
  • Membuat audiens merasa “mengintip” pengalaman orang lain.
  • Trust naik drastis.
Ini juga menjawab skeptisisme skincare:
 “Ini beneran atau settingan?”

6. Struktur Copy yang Dipakai (Diam-diam)


Kalau dibedah, iklan ini mengikuti struktur:
Star, Story, Solution, Proof
  • Star: User biasa, bukan public figure.
  • Story: Jerawat 2 tahun, deep acne, susah terlihat progress.
  • Solution: Meltdown oil.
  • Proof: Before after + testimoni panjang.
Struktur ini sangat kuat untuk durability ads, karena:
  • Tidak tergantung tren.
  • Tidak cepat fatigue.
  • Bisa dishare lintas audience.

7. Kenapa Headline Promo Tetap Aman


“Say Good-Bye to Acne with Blume’s Clear Skin Kit for 30% OFF Today”

Headline ini sebenarnya standar. Tapi justru itu kelebihannya.

Fungsinya:
  • Bukan sebagai penjual utama.
  • Tapi sebagai pemicu aksi setelah trust terbentuk.
Audiens tidak merasa:
 “Ini diskon maksa.”

Tapi:
 “Oh, kebetulan lagi ada diskon.”

8. Kenapa Ads Ini Tahan Lama (Lebih dari 90 hari di META ADS)


Ringkasnya:
  1. Trust dibangun dari manusia, bukan klaim.
  2. Masalah yang diangkat evergreen.
  3. Visual tidak bergantung tren desain.
  4. Copy tidak hiperbolik.
  5. Proof terlalu spesifik untuk dipalsukan.
  6. Emosi yang disentuh adalah relief dan confidence, bukan hype.
Ini tipe iklan yang:
  • Bisa di-scale.
  • Bisa diputar lama.
  • Bisa dipakai di banyak audience stack.

9. Insight Penting untuk Brand Lain


Kalau mau meniru pola iklan ini, jangan tiru formatnya saja.

Yang harus ditiru:
  • Kejujuran visual.
  • Spesifik masalah.
  • Bahasa manusia.
  • Proof yang terasa personal.
Kalau mau, saya bisa bantu:
  • Mengubah insight iklan ini ke brand kamu.
  • Memetakan CEP, angle, dan hook yang relevan.
  • Atau memecah iklan ini jadi framework yang bisa direplikasi.
Tapi bisa saja analisa saya meleset atau tidak relevan dengan konteks brand kamu.




Terima kasih sudah menyimak!

Kalau email member@klinikmarketing.id masih ada di folder spam / promosi, silahkan pindahkan ke folder primary / utama yaa! Supaya tidak tertinggal Newsletter seperti ini.